Google Ads Luncurkan Video Campaign Groups Secara Global
Google Ads resmi merilis video campaign groups untuk kampanye reach and frequency YouTube secara global pada 22 Juli 2026. Fitur ini memungkinkan advertiser mengelompokkan beberapa kampanye video di bawah satu target reach atau frequency yang sama.
Setiap kampanye dalam grup tetap punya kontrol tersendiri untuk budget, aset kreatif, dan pengaturan lain. Google Ads juga menambahkan pelaporan terpadu lintas kampanye yang tergabung dalam satu grup.
Kami di Coulava Digital & Creative menyarankan performance marketer untuk menguji video campaign groups dulu di kampanye non-prioritas sebelum menerapkannya ke seluruh akun YouTube. Pertimbangkan juga untuk tidak langsung menjadikan angka 2,7 impresi per minggu dari studi Google sebagai target baku, karena hasil itu perlu diuji ulang sesuai kondisi akun kamu sendiri.
Selama ini, mengelola reach dan frequency lintas beberapa kampanye YouTube mengharuskan advertiser memantau setiap kampanye satu per satu. Video campaign groups dirancang untuk menyederhanakan proses itu sekaligus membantu menghindari overexposure ke audiens yang sama.
Google menyebut studi internal bertajuk Meridian menemukan frekuensi optimal 2,7 impresi per minggu menghasilkan kenaikan ROI sebesar 19%. Angka ini berasal dari studi Google sendiri sehingga hasilnya bisa berbeda tergantung industri dan akun masing-masing advertiser.
Google juga mengonfirmasi fitur ini akan diperluas ke Display & Video 360 dalam waktu dekat, meski belum ada tanggal pasti yang diumumkan. Update ini pertama kali terpantau oleh Paid Search Expert Arpan Banerjee. Berikut ringkasan cepat soal peluncuran video campaign groups dan langkah yang perlu diambil performance marketer.
Daftar Isi
Apa yang Benar-benar Diluncurkan Google Ads pada Fitur Ini?
Google Ads meluncurkan video campaign groups secara global untuk kampanye reach and frequency YouTube pada 22 Juli 2026. Fitur ini memungkinkan beberapa kampanye video dikelompokkan di bawah satu target reach atau frequency yang sama.

(Image credit to Search Engine Land)
Setiap kampanye dalam grup tetap mempertahankan kontrol budget dan aset kreatif masing-masing. Google Ads menambahkan dashboard pelaporan terpadu yang menampilkan metrik gabungan dari seluruh kampanye dalam grup.
Siapa yang Terdampak dan Apa Batas Penerapannya?
Fitur ini berlaku untuk advertiser yang menjalankan kampanye reach and frequency YouTube di Google Ads. Sumber belum menyebutkan apakah jenis kampanye video lain seperti Demand Gen ikut mendapatkan fitur grouping serupa.
Ekspansi ke Display & Video 360 baru berstatus rencana dan belum memiliki tanggal rilis resmi. Advertiser yang menggunakan DV360 perlu menunggu pengumuman lanjutan sebelum bisa memakai grouping lintas platform ini.
Tim yang mengelola banyak brand atau produk sekaligus dalam satu akun Google Ads kemungkinan paling merasakan manfaat pelaporan terpadu ini. Tim dengan jumlah kampanye video yang sedikit mungkin belum terlalu membutuhkan fitur grouping ini dalam waktu dekat.
Apa yang Belum Bisa Dipastikan dari Klaim Ini?
Angka frekuensi optimal 2,7 impresi per minggu dan kenaikan ROI 19% berasal dari studi Meridian milik Google sendiri, bukan hasil independen. Belum ada indikasi bahwa angka ini berlaku sama untuk semua industri, ukuran budget, atau target audiens.
Waktu pasti perluasan fitur ke Display & Video 360 juga belum diumumkan, sehingga performance marketer sebaiknya belum menjadikannya bagian dari rencana kuartal berikutnya. Klaim penyederhanaan pelaporan juga masih perlu diuji langsung di akun masing-masing.
Apa Tindakan Konkret Performance Marketer dalam 7 Hari?
Cek dulu apakah video campaign groups sudah muncul di akun Google Ads kamu, karena rilis global biasanya masih bertahap di level akun. Audit kampanye YouTube reach and frequency yang sedang berjalan sebelum memutuskan kampanye mana yang akan digabungkan.
Uji coba grouping di satu atau dua kampanye non-prioritas dulu sebelum menerapkannya ke kampanye utama. Jangan langsung mengubah target frequency mengikuti angka 2,7 impresi dari studi Google tanpa menguji ulang di akun sendiri.
- Cek ketersediaan fitur di akun
- Audit kampanye reach and frequency berjalan
- Uji grouping di kampanye non-prioritas
- Uji ulang angka frequency sebelum diadopsi
Metrik Apa yang Wajib Dipantau Setelah Menerapkan Fitur Ini?
Pantau unique reach, distribusi frequency, dan tingkat overlap antar kampanye setelah pengelompokan diterapkan. Bandingkan juga ROAS atau CPA sebelum dan sesudah kampanye digabungkan dalam satu grup.
Perhatikan apakah pelaporan terpadu benar-benar memudahkan analisis dibanding memantau kampanye satu per satu seperti sebelumnya. Catat juga kapan Google mengumumkan tanggal pasti perluasan fitur ke Display & Video 360.
Ingin Campaign Google Ads yang Lebih Terukur?
Coulava Digital & Creative membantu bisnis menjalankan Google Ads dengan strategi keyword, struktur campaign, tracking, dan optimasi yang lebih berbasis data.
Kunjungi layanan Google Ads Coulava
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
Sumber referensi: searchengineland.com
Catatan editorial: Artikel ini ditulis ulang sebagai konten original berbahasa Indonesia berdasarkan fakta dari sumber referensi luar negeri.
