Google Display Ads: Strategi dan Peran Iklan Bergambar dalam Funnel Marketing

Pernah merasa “sering banget lihat brand yang sama” di berbagai website? Awalnya mungkin kamu tidak terlalu peduli, tapi lama-lama brand itu jadi familiar. Bahkan tanpa sadar, saat butuh produk tertentu, brand itulah yang pertama kali kamu ingat.

Proses seperti ini sebenarnya bukan kebetulan. Keputusan pembelian jarang terjadi dalam satu kali interaksi. Ada proses exposure berulang yang membentuk awareness, trust, dan akhirnya mendorong aksi. Di sinilah peran display advertising menjadi sangat penting dalam strategi digital marketing.

Display ads bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan channel lain. Ia hadir untuk menjaga brand tetap terlihat, membangun ingatan, dan memperkuat posisi brand di benak audiens. Ketika strategi ini dijalankan dengan tepat, dampaknya bisa terasa di channel lain seperti search dan conversion.

“Kesalahan bisnis-bisnis saat ini adalah satu hal: kurang memaksimalkan display ads karena hanya fokus pada conversion jangka pendek. Perlu diketahui bahwa display ads memiliki peran penting dalam membangun awareness dan memperkuat brand recall. Exposure yang konsisten membantu audiens menjadi lebih familiar dengan brand. Ketika audiens sudah mulai aware, persentasi konversi juga akan semakin meningkat. Selain itu, display ads juga mendukung performa channel lain seperti search dan retargeting. Strategi ini perlu dilihat sebagai bagian dari ekosistem marketing yang saling terhubung. Dengan pendekatan yang tepat, display ads bisa memberikan dampak signifikan terhadap keseluruhan funnel.”

– Diego F Pattiselanno
Co-Founder Coulava Digital & Creative

Artikel ini akan membahas tentang display ads atau iklan bergambar di mesin pencari yang memungkinkan kamu meningkatkan exposure dan awareness dari produk atau jasa yang kamu optimasi, termasuk juga bagaimana strategi dan kreatif yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Kita akan bedah di bawah ini.

Daftar Isi

Mengapa Display Ads Penting dalam Strategi Digital Marketing

Salah satu tantangan utama dalam digital marketing adalah bagaimana membuat brand tetap relevan di tengah banyaknya distraksi. Tidak semua audiens langsung mengambil keputusan saat pertama kali melihat brand. Banyak dari mereka membutuhkan beberapa kali interaksi sebelum akhirnya merasa cukup yakin.

Display ads membantu menjawab kebutuhan ini dengan pendekatan multi touch. Audiens bisa melihat brand kamu di berbagai website, aplikasi, dan platform yang mereka gunakan sehari-hari. Hal ini menciptakan konsistensi exposure yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan satu channel saja.

Selain itu, display ads juga berperan sebagai support system dalam strategi marketing. Ketika seseorang melihat iklan display, lalu beberapa waktu kemudian mencari brand kamu di Google, kemungkinan besar mereka sudah memiliki awareness sebelumnya. Ini membuat channel seperti search ads dan SEO menjadi lebih efektif.

Apa Itu Display Ads?

Apa itu display ads? Display ads adalah bentuk iklan digital yang ditampilkan dalam format visual seperti banner, gambar, atau video di berbagai website dan aplikasi yang tergabung dalam jaringan periklanan. Salah satu jaringan terbesar adalah Google Display Network, yang memungkinkan iklan kamu muncul di jutaan situs di seluruh dunia.

Display ads biasanya muncul dalam bentuk banners display google ads yang bisa kamu lihat di berbagai halaman website. Format ini dirancang untuk menarik perhatian dan membangun awareness secara visual.

Cara Kerja Display Ads

Untuk memahami cara kerja display ads, kamu perlu melihatnya dari pengalaman sehari-hari user saat browsing. Display ads bekerja dengan memanfaatkan data perilaku pengguna untuk menampilkan iklan yang relevan di berbagai website atau aplikasi yang mereka kunjungi.

Saat seseorang membuka sebuah website, sistem periklanan seperti Google Display Network akan melakukan proses lelang secara real-time untuk menentukan iklan mana yang paling relevan ditampilkan. Faktor yang dipertimbangkan meliputi minat user, histori browsing, hingga konteks halaman yang sedang dibuka.

Misalnya, ketika seseorang mencari produk sepatu, lalu mengunjungi beberapa website lain, mereka akan mulai melihat banners display google ads yang berkaitan dengan sepatu tersebut. Ini terjadi karena sistem membaca sinyal ketertarikan user terhadap produk tersebut.

Dari sisi user, display ads bekerja sebagai pengingat yang muncul secara konsisten di berbagai touchpoint. Meskipun tidak selalu menghasilkan klik langsung, efek jangka panjangnya adalah meningkatkan brand recall dan memperkuat awareness.
Menurut artikel dari Semrush, display advertising bekerja melalui sistem automated bidding yang menentukan iklan mana yang tampil berdasarkan kombinasi relevansi, bid, dan kualitas materi iklan. Proses ini berlangsung dalam hitungan milidetik setiap kali sebuah halaman dimuat. Selain itu, teknologi programmatic advertising memungkinkan pengiklan menjangkau audiens yang lebih spesifik dengan efisiensi yang lebih tinggi.

Jenis-Jenis Display Ads

Display ads memiliki beberapa format yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan campaign.

Jenis Display AdsDeskripsi
Static BannerGambar statis sederhana
Animated BannerBanner dengan animasi ringan
Responsive Display AdsMenyesuaikan ukuran otomatis
Video Display AdsMenggunakan format video

Setiap jenis display ads ini memiliki fungsi yang berbeda tergantung tujuan campaign. 

  • Static Banner Ads
    Jenis ini menggunakan gambar statis tanpa animasi. Biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan yang sederhana dan langsung. Keunggulannya ada pada kecepatan loading dan kemudahan produksi.
  • Animated Banner Ads
    Banner dengan elemen animasi ringan yang membuat visual lebih menarik. Format ini cocok untuk menarik perhatian lebih dibandingkan banner statis, terutama dalam campaign awareness.
  • Responsive Display Ads
    Jenis ini memungkinkan sistem Google menyesuaikan ukuran, format, dan tampilan iklan secara otomatis berdasarkan placement. Ini memudahkan distribusi iklan ke berbagai ukuran layar dan posisi.
  • Video Display Ads
    Menggunakan format video untuk menyampaikan pesan yang lebih kompleks. Biasanya digunakan untuk storytelling atau campaign yang membutuhkan engagement lebih tinggi.

Lalu, Kapan Harus Menggunakan Display Ads?

Display ads biasanya digunakan ketika kamu ingin meningkatkan awareness atau menjaga brand tetap terlihat. Campaign ini cocok digunakan di tahap awal funnel atau sebagai bagian dari retargeting strategy.

Selain itu, display ads juga efektif ketika kamu ingin memperkuat kehadiran brand di pasar yang kompetitif. Menurut artikel dari Adobe Business, display advertising bisa digunakan ketika ingin membangun awareness brand, karena display ads berperan penting untuk menjangkau audiens dalam skala besar di berbagai platform digital. Selain meningkatkan visibilitas, iklan display juga membantu memperkuat brand recall melalui eksposur berulang. Strategi ini sering digunakan sebagai bagian dari pendekatan full-funnel marketing untuk mendukung channel lain seperti search dan social. 

Dalam konteks display ads vs search ads, keduanya memiliki peran yang berbeda dalam funnel marketing. Search ads menangkap demand dari orang yang sudah memiliki intent, sementara display ads membantu membangun awareness dan menciptakan demand tersebut.

Kombinasi keduanya akan menghasilkan strategi yang lebih seimbang dan efektif.

Cara Menyusun Campaign Display Ads

Sekarang, bagaimana cara membuat campaign yang diterbitkan di display ads secara efektif? Menyusun campaign display ads membutuhkan pendekatan yang terstruktur agar setiap elemen bekerja secara optimal.

  • Menentukan objective campaign dengan jelas
    Langkah pertama adalah menentukan tujuan, apakah untuk awareness, traffic, atau conversion. Objective ini akan memengaruhi seluruh strategi, mulai dari targeting hingga creative yang digunakan.
  • Memahami target audiens secara spesifik
    Kamu perlu mengetahui siapa yang ingin kamu jangkau. Informasi seperti minat, perilaku, dan kebiasaan browsing akan membantu dalam menentukan targeting yang lebih tepat.
  • Menyesuaikan pesan dengan tahap funnel
    Pesan untuk audiens baru tentu berbeda dengan audiens yang sudah mengenal brand kamu. Penyesuaian ini membantu meningkatkan relevansi iklan.
  • Menyiapkan variasi creative untuk testing
    Satu creative saja biasanya tidak cukup. Dengan beberapa variasi, kamu bisa melihat mana yang memberikan performa terbaik.
  • Monitoring dan evaluasi performa secara berkala
    Setelah campaign berjalan, data yang didapat perlu dianalisis untuk melihat apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

Menyusun campaign display ads membutuhkan pendekatan yang terstruktur. Kamu perlu memahami tujuan campaign, target audiens, serta pesan yang ingin disampaikan.

Targeting dalam Display Ads

Targeting dalam display ads membantu memastikan iklan kamu ditampilkan ke audiens yang relevan.

  • interest targeting membantu menjangkau audiens berdasarkan minat
  • contextual targeting menyesuaikan iklan dengan konten website
  • remarketing menargetkan ulang audiens yang pernah berinteraksi

Menurut artikel dari Bigevo, Salah satu keunggulan display ads adalah kemampuannya dalam melakukan segmentasi audiens secara detail, mulai dari demografi, minat, hingga perilaku online. Selain itu, fitur remarketing memungkinkan brand menjangkau kembali pengguna yang sebelumnya sudah berinteraksi dengan website atau produk. Pendekatan ini membantu meningkatkan relevansi iklan dan peluang konversi.

Creative Strategy untuk Display Ads

Creative dalam display ads berfungsi sebagai alat utama untuk menarik perhatian audiens di tengah banyaknya konten.

Visual yang digunakan perlu jelas, menarik, dan mudah dipahami. Selain itu, pesan yang disampaikan harus singkat karena audiens biasanya hanya melihat iklan dalam waktu yang sangat singkat. Konsistensi branding juga penting agar audiens dapat mengenali brand kamu dengan mudah.

Creative dalam display ads memiliki peran besar dalam menarik perhatian audiens yang sedang fokus pada konten lain. Kamu harus:

  • Gunakan visual yang sederhana dan langsung terbaca
    Karena display ads sering dilihat sekilas, visual yang terlalu kompleks bisa membuat pesan tidak tersampaikan. Desain yang clean membantu audiens memahami isi iklan dengan cepat.
  • Headline yang jelas dan mudah dipahami
    Headline menjadi bagian pertama yang dibaca. Kalimat yang singkat dan langsung ke poin akan lebih efektif dalam menarik perhatian.
  • Fokus pada satu pesan utama
    Terlalu banyak informasi dalam satu banner bisa membingungkan audiens. Fokus pada satu pesan utama membantu meningkatkan kejelasan komunikasi.
  • Gunakan branding yang konsisten
    Logo, warna, dan gaya visual perlu konsisten agar audiens dapat mengenali brand kamu dengan mudah di berbagai platform.
  • Call to action yang jelas
    CTA membantu mengarahkan audiens ke langkah berikutnya. Kalimat seperti “pelajari lebih lanjut” atau “lihat detail” bisa meningkatkan peluang interaksi.

Pro Tip dari Diego Pattiselanno, Co-founder Coulava:
Display ads yang efektif biasanya memiliki pesan yang sangat sederhana. Semakin cepat audiens memahami pesan, semakin besar peluang iklan tersebut berhasil.

Anatomy Banner Iklan yang Efektif

Sebuah contoh iklan banner di internet yang efektif biasanya memiliki beberapa elemen utama:

  • headline yang jelas
  • visual yang menarik
  • logo brand
  • call to action

Semua elemen ini perlu disusun dengan rapi agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Remarketing

Remarketing menjadi salah satu strategi paling penting dalam display ads. Dengan remarketing, kamu bisa menargetkan kembali audiens yang sudah pernah berinteraksi dengan brand kamu.

Strategi ini membantu meningkatkan peluang konversi karena audiens sudah memiliki awareness sebelumnya. Selain itu, remarketing juga memungkinkan kamu menyampaikan pesan yang lebih spesifik sesuai dengan perilaku user.

Catatan dari Diego Pattiselanno, Co-founder Coulava:
Remarketing sering memberikan hasil terbaik dalam display ads karena audiens sudah berada di tahap yang lebih dekat dengan keputusan.”

Masalah Umum dalam Display Ads dan Solusinya

Beberapa masalah yang sering terjadi dalam display ads antara lain rendahnya CTR, creative yang kurang menarik, dan targeting yang tidak tepat. Untuk mengatasi hal ini, kamu perlu melakukan testing secara konsisten dan melakukan optimasi berdasarkan data.

Beberapa tantangan sering muncul dalam menjalankan campaign display ads. Memahami masalah ini membantu kamu mengantisipasi dan memperbaikinya.

  • CTR rendah karena creative kurang menarik
    Jika audiens tidak tertarik, mereka tidak akan klik. Solusinya adalah menguji berbagai variasi visual dan headline untuk menemukan yang paling efektif.
  • Targeting tidak tepat
    Iklan yang ditampilkan ke audiens yang tidak relevan akan sulit menghasilkan hasil. Perbaiki dengan memperjelas segmentasi dan menggunakan data yang lebih spesifik.
  • Ad fatigue (kejenuhan iklan)
    Jika audiens terlalu sering melihat iklan yang sama, performa akan menurun. Solusinya adalah melakukan refresh creative secara berkala.
  • Kurangnya strategi remarketing
    Tanpa remarketing, kamu kehilangan peluang besar untuk mengkonversi audiens yang sudah tertarik. Pastikan strategi ini menjadi bagian dari campaign.
  • Ekspektasi terlalu fokus pada klik langsung
    Display ads sering bekerja secara tidak langsung. Mengukur hanya dari klik bisa membuat kamu salah menilai performa.

KPI Display Advertising

Dalam mengukur performa display ads, ada beberapa kpi display advertising yang perlu diperhatikan.

KPIFungsi
CTRMengukur ketertarikan audiens
ImpressionsMelihat jumlah tayangan
Conversion RateMengukur hasil akhir
View-through ConversionDampak tidak langsung

Metrik metrik ini bisa menjadi data spesifik untuk report keberhasilan atau  kegagalan display ads yang kamu lakukan.

Optimasi Display Ads

Optimasi dalam display ads bukan sekadar memperbaiki performa yang sudah ada, tapi bagaimana kamu terus meningkatkan efektivitas campaign dari waktu ke waktu. Karena karakter display advertising cenderung bermain di awareness dan multi-touch, proses optimasi perlu melihat gambaran yang lebih luas, bukan hanya klik atau conversion langsung.

  • A/B testing creative secara berkelanjutan
    Testing creative adalah salah satu cara paling cepat untuk meningkatkan performa. Kamu bisa menguji berbagai elemen seperti warna, layout, headline, CTA, hingga visual utama. Misalnya, satu versi menggunakan pendekatan promo, sementara versi lain menggunakan storytelling. Dari sini kamu bisa melihat mana yang lebih menarik perhatian audiens. Testing ini sebaiknya dilakukan secara konsisten, karena preferensi audiens bisa berubah seiring waktu.
  • Optimasi pesan berdasarkan intent audiens
    Setiap audiens berada di tahap yang berbeda dalam funnel. Audiens yang baru mengenal brand membutuhkan pesan yang ringan dan edukatif, sementara audiens yang sudah pernah berinteraksi lebih cocok diberikan pesan yang lebih spesifik. Menyesuaikan pesan dengan intent membantu meningkatkan relevansi dan engagement.
  • Refinement targeting berdasarkan data performa
    Setelah campaign berjalan, kamu akan mulai melihat data tentang audiens mana yang paling responsif. Dari sini, kamu bisa mempersempit atau memperluas targeting sesuai kebutuhan. Misalnya, jika interest tertentu memberikan CTR tinggi, kamu bisa fokus lebih banyak di segmen tersebut.
  • Optimasi placement untuk efisiensi
    Tidak semua placement memberikan hasil yang sama. Beberapa website atau aplikasi mungkin menghasilkan engagement tinggi, sementara yang lain kurang efektif. Dengan menganalisis placement, kamu bisa mengalokasikan budget ke area yang memberikan performa terbaik.
  • Kontrol frekuensi tayangan (frequency capping)
    Frekuensi yang terlalu tinggi bisa membuat audiens merasa jenuh atau bahkan terganggu. Dengan mengatur batas frekuensi, kamu bisa menjaga agar iklan tetap efektif tanpa mengganggu pengalaman user. Ini juga membantu menjaga citra brand tetap positif.
  • Refresh creative secara berkala
    Creative memiliki siklus hidup. Ketika audiens sudah terlalu sering melihat iklan yang sama, performanya akan menurun. Mengganti visual, headline, atau angle konten secara berkala membantu menjaga performa tetap stabil.
  • Optimasi berdasarkan KPI yang relevan
    Dalam kpi display advertising, kamu tidak hanya melihat CTR, tapi juga metrik lain seperti impressions, view-through conversion, dan engagement. Dengan melihat kombinasi metrik ini, kamu bisa memahami dampak campaign secara lebih menyeluruh.
  • Gunakan remarketing sebagai layer optimasi
    Remarketing adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan hasil display ads. Audiens yang sudah pernah berinteraksi dengan brand kamu memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan konversi. Dengan segmentasi yang tepat, kamu bisa menyampaikan pesan yang lebih personal dan relevan.
  • Optimasi landing page untuk meningkatkan konversi
    Display ads yang perform akan sia-sia jika halaman tujuan tidak mendukung. Pastikan landing page memiliki loading yang cepat, pesan yang konsisten dengan iklan, serta CTA yang jelas. Perbaikan kecil di landing page sering memberikan dampak besar pada conversion rate.
  • Analisis funnel secara keseluruhan
    Display ads jarang bekerja sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melihat bagaimana perannya dalam keseluruhan funnel. Misalnya, apakah ada peningkatan branded search setelah campaign berjalan, atau apakah traffic dari display berkontribusi pada conversion di channel lain.

Pro Tip dari Diego Pattiselanno, Co-founder Coulava:
Jangan hanya mengukur display ads dari klik. Banyak dampak terbesarnya justru terjadi di luar itu, seperti peningkatan awareness dan branded search. Lihat performa secara menyeluruh agar keputusan optimasi lebih akurat.

Integrasi Display Ads dalam Funnel Marketing

Display ads memiliki peran penting dalam funnel marketing, terutama di tahap awareness dan consideration. Ketika dikombinasikan dengan channel lain, hasilnya akan lebih optimal.

Case Study Google Display Network

Salah satu contoh implementasi display ads strategy yang efektif adalah sebuah brand e-commerce yang ingin meningkatkan penjualan produk baru. Pada tahap awal, mereka menjalankan campaign awareness menggunakan banner di berbagai website melalui Google Display Network untuk memperkenalkan produk.

Setelah itu, mereka mengaktifkan remarketing untuk menjangkau kembali audiens yang sudah mengunjungi website atau melihat produk. Creative yang digunakan di tahap ini lebih fokus pada manfaat produk dan testimoni.

Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada traffic website dan conversion rate. Audiens yang sebelumnya hanya melihat iklan mulai kembali dan melakukan pembelian. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi awareness dan remarketing dalam display ads dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Kesalahan Fatal dalam Implementasi Display Ads

Banyak campaign display ads terlihat aktif dengan impressions tinggi, tapi dampaknya ke bisnis terasa minim. Salah satu penyebab utamanya adalah cara mengukur performa yang kurang tepat. Ketika kamu hanya fokus pada klik dan conversion jangka pendek, kamu bisa melewatkan peran utama display advertising dalam membangun awareness dan memperkuat brand recall. Dampaknya sering muncul secara tidak langsung, misalnya melalui peningkatan branded search atau performa channel lain.

Kesalahan berikutnya biasanya ada di sisi eksekusi. Creative yang kurang menarik, pesan yang tidak jelas, serta visual yang tidak standout membuat banners display google ads mudah terabaikan. Ditambah lagi dengan targeting yang tidak terarah, campaign jadi sulit menjangkau audiens yang benar-benar relevan. Tanpa strategi remarketing, peluang konversi dari audiens yang sudah tertarik juga sering terlewat.

Selain itu, banyak campaign tidak dijalankan sebagai bagian dari ekosistem marketing. Display ads sering diperlakukan sebagai channel terpisah, tanpa integrasi dengan search, social media, atau funnel yang lebih besar. Kurangnya refresh creative dan ekspektasi yang terlalu cepat terhadap hasil juga membuat performa terasa stagnan.

Kesimpulan

Display ads merupakan bagian penting dalam strategi digital marketing yang membantu membangun awareness dan memperkuat brand.

Jika kamu ingin mengoptimalkan display ads strategy untuk bisnis kamu, tim Coulava Digital & Creative siap membantu. Dorong pertumbuhan brand kamu bersama Coulava melalui strategi digital marketing yang terintegrasi dan berbasis data melalui jasa digital marketing terpercaya.

Hubungi Coulava sekarang!


Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.


Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn

Similar Posts