Social Media Today Ulas Cara Bangun Presensi di LinkedIn
Social Media Today menerbitkan panduan baru pada 26 Juli 2026 tentang cara membangun presensi brand di LinkedIn, sebagai artikel pembuka dari seri tips platform per platform yang akan terbit beberapa minggu ke depan. LinkedIn dipilih lebih dulu karena disebut tengah mengalami kebangkitan minat dari brand dan marketer.
Inti panduan ini menekankan pergeseran arah dari sekadar mengejar reach menuju membangun kredibilitas lewat suara-suara tepercaya. Content marketer yang masih fokus pada jumlah follower perlu menyesuaikan ukuran keberhasilan strateginya.
Pergeseran dari reach ke kredibilitas ini penting dipahami sebelum brand buru-buru menambah frekuensi posting di LinkedIn. Kami di Coulava Digital & Creative menyarankan kamu mempertimbangkan dulu siapa figur internal yang paling dipercaya audiensmu, lalu menjadikan dia wajah utama konten LinkedIn dalam dua minggu ke depan.
LinkedIn, lewat Senior Director of Product Marketing for LinkedIn Ads Gina Kleiner, menyebut strategi LinkedIn paling efektif saat ini dibangun dengan membangun kredibilitas bersama audiens yang paling relevan, bukan dengan mengejar reach semata. Kleiner mendorong brand memulai dari mengidentifikasi pakar, eksekutif, karyawan, pelanggan, atau kreator yang sudah dipercaya audiens.
Panduan ini juga menyebut sejumlah alat yang disorot LinkedIn, seperti Creator Marketplace untuk mencari kreator B2B, Thought Leader Ads untuk memperkuat suara individu, dan BrandLink untuk menyelaraskan brand dengan konten video dari publisher dan kreator.
LinkedIn turut mengklaim pembeli tiga kali lebih mungkin memilih vendor yang direkomendasikan pelanggan dibanding vendor yang hanya menjanjikan harga atau produk lebih baik. Di bawah ini fakta utama strategi brand di LinkedIn yang perlu kamu pahami sebelum menyusun ulang konten LinkedIn brandmu.
Daftar Isi
- Apa yang Baru Dipublikasikan Social Media Today tentang LinkedIn? >
- Siapa yang Terdampak Langsung oleh Pergeseran Arah Strategi LinkedIn Ini? >
- Apa yang Masih Belum Bisa Dipastikan dari Seri Konten Baru Ini? >
- Apa Tindakan Content Marketer dalam 7 Hari ke Depan? >
- Metrik Apa yang Perlu Dipantau Setelah Menerapkan Pendekatan Ini? >
Apa yang Baru Dipublikasikan Social Media Today tentang LinkedIn?
Social Media Today menerbitkan artikel pertama dari seri tips membangun presensi organik di platform-platform utama, dimulai dari LinkedIn. Seri ini disebut akan terus terbit dalam beberapa minggu ke depan untuk platform lain.
Inti artikel ini adalah lima langkah membangun framework presensi LinkedIn, mulai dari meninjau konten tren sampai merumuskan pendekatan akhir. LinkedIn menyumbang kutipan langsung dari Gina Kleiner soal arah strategi yang mereka dorong ke brand.
Siapa yang Terdampak Langsung oleh Pergeseran Arah Strategi LinkedIn Ini?
Content marketer dan tim brand yang mengelola akun LinkedIn perusahaan menjadi pihak yang paling perlu menyesuaikan pendekatan. Brand yang masih mengukur keberhasilan dari jumlah reaksi atau impresi perlu mengganti tolok ukurnya.
Tim yang mengelola figur eksekutif atau karyawan sebagai representasi brand juga terdampak, karena LinkedIn mendorong pemanfaatan Thought Leader Ads dan Creator Marketplace untuk memperkuat suara individu tersebut. Inilah orang-orangnya:
- Content marketer pengelola akun brand LinkedIn
- Tim yang mengelola figur eksekutif atau karyawan
- Brand yang masih mengukur dari reaksi atau impresi
Apa yang Masih Belum Bisa Dipastikan dari Seri Konten Baru Ini?
Artikel ini tidak menyebutkan angka konkret soal seberapa besar dampak pendekatan berbasis kredibilitas ini terhadap konversi nyata. Belum ada juga rincian jadwal pasti kapan seri tips untuk platform lain akan terbit.
Klaim soal pembeli tiga kali lebih memilih vendor yang direkomendasikan pelanggan berasal dari riset LinkedIn sendiri, sehingga perlu diperlakukan sebagai klaim platform, bukan hasil independen. Klaim ini perlu diuji dulu sebelum dijadikan dasar keputusan anggaran besar.
Apa Tindakan Content Marketer dalam 7 Hari ke Depan?
Petakan tiga sampai lima figur internal, baik eksekutif, karyawan, maupun pelanggan, yang paling relevan untuk mewakili brand di LinkedIn. Susun draft dua konten yang menonjolkan suara mereka, bukan hanya logo perusahaan.
Uji coba format thought leadership sederhana seperti tulisan pendek atau video refleksi singkat dari salah satu figur tersebut. Diskusikan dengan tim apakah investasi ke Thought Leader Ads relevan untuk kuartal berjalan.
Ringkasan langkahnya seperti ini:
- Petakan 3-5 figur internal paling relevan
- Susun 2 draf konten berbasis suara figur tersebut
- Uji format thought leadership sederhana
- Diskusikan relevansi Thought Leader Ads
Metrik Apa yang Perlu Dipantau Setelah Menerapkan Pendekatan Ini?
Pantau pertumbuhan kunjungan profil dan follower organik dari akun figur yang kamu dorong, bukan sekadar reaksi pada posting brand. Bandingkan juga jumlah leads atau pendaftaran event yang datang dari konten berbasis figur ini.
Catat rasio engagement pada posting figur individu dibanding posting akun brand resmi selama empat minggu pertama. Gunakan angka ini sebagai dasar sebelum menambah anggaran ke Thought Leader Ads atau BrandLink.
Ingin Konten Social Media yang Lebih Strategis?
Coulava Digital & Creative membantu brand mengelola social media dengan strategi konten, kalender editorial, creative direction, dan evaluasi performa yang lebih terarah.
Kunjungi layanan Kelola Sosial Media Coulava sekarang juga!
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
Sumber referensi: socialmediatoday.com
Catatan editorial: Artikel ini ditulis ulang sebagai konten original berbahasa Indonesia berdasarkan fakta dari sumber referensi luar negeri.
