Yope Raih Pendanaan $12,3 Juta demi Media Sosial Tanpa Algoritma
Yope mengumumkan pendanaan senilai $12,3 juta yang dipimpin Northzone pada 22 Juli 2026. Putaran ini membawa total pendanaan startup media sosial privat tersebut menjadi $20 juta.
Yope memposisikan diri sebagai media sosial tanpa feed algoritmik, tanpa iklan, dan tanpa konten publik. Investor lain yang ikut serta dalam putaran ini adalah Inovo, Redseed, dan Geek Ventures.
Kami di Coulava Digital & Creative baru saja mulai memperhatikan Yope sebagai platform yang menarik untuk dipantau perkembangannya. Mengingat platform ini belum memiliki fitur bisnis resmi, kami menyarankan tim media sosial untuk sekadar memasukkannya ke dalam watchlist dan meninjau ulang setiap triwulan tanpa perlu terburu-buru mengalokasikan budget. Langkah awal yang paling bijak adalah mengamati apakah audiens brand Anda mulai menunjukkan pergeseran perilaku ke ruang berbagi yang lebih privat seperti ini.
Yope didirikan oleh Bahram Ismailau dan Paul Rudkouski dan berbasis di London. Versi produk yang sekarang merupakan hasil dua kali pivot sebelumnya dan sudah dikembangkan sekitar dua tahun. Platform ini berfokus pada micro communities, yaitu kelompok kecil teman dan keluarga yang berbagi foto, video, dan pesan secara privat. Akun bersifat privat secara default dan tidak memakai feed yang diatur algoritma.
Yope juga mengklaim memiliki hampir 15 juta pengguna terdaftar yang membagikan 10 hingga 20 juta konten setiap minggu. Northzone menyebut pendanaan ini akan dipakai untuk mengembangkan produk, memperbesar tim, dan membuka kantor di Amerika Serikat.
Berikut ringkasan cepat soal pendanaan Yope dan dampaknya bagi strategi media sosial kamu.
Daftar Isi
Apa yang Benar-benar Diumumkan Yope pada Pendanaan Ini?
Yope mengumumkan putaran pendanaan $12,3 juta yang dipimpin Northzone pada 22 Juli 2026, membawa total pendanaan menjadi $20 juta. Northzone dikenal juga sebagai investor Spotify dan Klarna.

(Image credits to Yope)
Dana ini akan dipakai untuk mengembangkan produk, memperbesar tim yang kini berjumlah sekitar 35 orang, dan membuka kantor baru di Amerika Serikat. Yope juga menyebut fitur mini-games berbasis AI akan diluncurkan dalam waktu sekitar sebulan sejak pengumuman ini.
- Pendanaan $12,3 juta dipimpin Northzone
- Total pendanaan kini $20 juta
- Investor lain: Inovo, Redseed, Geek Ventures
- Rencana ekspansi tim dan kantor di AS
Siapa yang Terdampak Langsung oleh Pendanaan Ini?
Pihak yang terdampak langsung adalah pengguna Yope yang kini berjumlah hampir 15 juta akun terdaftar, tim internal Yope yang akan bertambah, dan investor baru seperti Northzone. Media sosial specialist belum menjadi pihak yang terdampak langsung karena Yope belum membuka fitur untuk brand atau bisnis.


Bagi audiens, pendanaan ini adalah kabar baik karena Yope akan punya lebih banyak sumber daya untuk meningkatkan stabilitas aplikasi dan menambahkan fitur-fitur seru, seperti mini-games berbasis AI yang akan segera rilis. Jadi, pengalaman mereka saat mengobrol atau berbagi momen bersama keluarga dan teman dekat di ruang privat akan jadi semakin seru dan lancar tanpa gangguan iklan.
Menurut Yope, sekitar 20% pengguna aktif sudah mengajak anggota keluarga yang lebih tua untuk bergabung. Ini menunjukkan platform mulai menjangkau kelompok usia yang lebih luas dari target awal remaja dan dewasa muda.
- Pengguna mendapatkan stabilitas aplikasi yang lebih baik.
- Hadirnya fitur baru seperti mini-games berbasis AI.
- Pengalaman berbagi konten yang tetap privat dan bebas iklan.
Apa yang Belum Bisa Dipastikan dari Klaim Yope?
Klaim bahwa lebih dari 50% pengguna Yope membuka aplikasi minimal lima hari per minggu berasal langsung dari pernyataan co-founder Ismailau, sehingga belum dapat dipastikan sebagai angka yang diverifikasi pihak independen. Waktu peluncuran fitur mini-games berbasis AI juga masih berupa perkiraan sekitar sebulan, bukan tanggal pasti.

Pär-Jörgen Pärson, partner Yope di Northzone menyatakan, “Yope is an empowering and safe trusted social media platform dimana pengguna punya kontrol penuh terhadap pengalaman mereka sendiri, kontras dengan sistem yang saat ini diterapkan di platform social media lainnya.“
Yope belum mengumumkan model bisnis untuk brand atau pengiklan karena strategi monetisasi saat ini masih berbasis subscription untuk power user. Belum ada indikasi resmi kapan atau apakah fitur untuk brand akan tersedia.
Apa Tindakan Konkret Social Media Specialist dalam 7 Hari?
Dalam tujuh hari ke depan, catat Yope sebagai platform baru di watchlist tren media sosial tim kamu tanpa langsung mengalokasikan budget iklan. Cek juga apakah audiens brand kamu berada di rentang usia yang disebut Yope sebagai basis penggunanya.
Uji aplikasi Yope secara personal untuk memahami pengalaman micro communities yang ditawarkan, lalu diskusikan dengan tim apakah format serupa relevan untuk strategi komunitas brand kamu sendiri. Jangan menjadikan klaim engagement dari founder sebagai dasar keputusan budget.
- Tambahkan Yope ke watchlist tren
- Cek kesesuaian audiens brand
- Uji aplikasi secara langsung
- Tunda alokasi budget iklan baru
Metrik Apa yang Perlu Dipantau Setelah Tindakan Ini?
Pantau perkembangan jumlah pengguna terdaftar Yope, volume konten yang dibagikan per minggu, dan apakah platform mulai mengumumkan fitur untuk brand atau bisnis. Perhatikan juga apakah putaran pendanaan lanjutan atau berita ekspansi tim ke pasar baru muncul dalam beberapa bulan mendatang.
Metrik internal yang relevan buat kamu adalah pergeseran waktu yang dihabiskan audiens brand di platform berbagi privat dibanding platform publik biasa. Simpan hasil pemantauan ini sebagai bahan evaluasi triwulanan bersama tim.
Ingin Konten Social Media yang Lebih Strategis?
Coulava Digital & Creative membantu brand mengelola social media dengan strategi konten, kalender editorial, creative direction, dan evaluasi performa yang lebih terarah.
Kunjungi layanan Kelola Sosial Media Coulava
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
Sumber referensi: techcrunch.com
Catatan editorial: Artikel ini ditulis ulang sebagai konten original berbahasa Indonesia berdasarkan fakta dari sumber referensi luar negeri.
