Fitur Your Algorithm Instagram Masuk Feed, Ini Dampaknya
Kabar terbaru datang dari salah satu platform media sosial paling populer, Instagram. Unggahan @tanyaleoaja di Instagram pada 21 Juli 2026 menyampaikan bahwa sekarang, fitur Your Algorithm Instagram memungkinkan pengguna tidak hanya memberikan sinyal lewat aktivitas, tetapi juga dapat menyampaikan secara lebih langsung topik apa yang ingin lebih sering atau lebih jarang mereka lihat.
Algoritma Instagram selama ini terasa seperti mesin yang bekerja diam-diam. Pengguna menonton, menyukai, menyimpan, atau membagikan konten, lalu sistem mempelajari kebiasaan tersebut untuk menentukan apa yang muncul berikutnya. Sekarang, hubungan itu mulai berubah. Melalui fitur Your Algorithm Instagram, pengguna punya lebih banyak ‘kebebasan’ dalam memilih apa yang ingin mereka tonton dalam explore mereka.
Dalam pengalaman kami di Coulava Digital & Creative, klien sering bertanya kenapa konten mereka sulit menjangkau audiens yang tepat meskipun sudah rutin memposting. Pertanyaan ini semakin relevan setelah Instagram memberi pengguna kendali lebih besar atas algoritmanya sendiri. Kami melihat langsung bahwa akun dengan niche dan relevansi topik yang jelas jauh lebih mudah “ditemukan” oleh sistem rekomendasi, sehingga konsistensi tema menjadi salah satu hal pertama yang kami evaluasi saat membantu brand menyusun strategi kontennya.
Perubahan ini penting bukan hanya bagi pengguna. Kreator, social media manager, dan brand juga perlu memahami bahwa relevansi topik akan semakin menentukan apakah sebuah konten bertemu dengan audiens yang tepat.
Daftar Isi
- Your Algorithm Kini Mencakup Feed Instagram >
- Bagaimana Cara Kerja Your Algorithm? >
- Instagram Menguji Cara Baru untuk Mengatur Algoritma >
- Mengapa Instagram Memberikan Kendali kepada Pengguna? >
- Dampaknya bagi Kreator dan Brand di Indonesia >
- Apakah Strategi 60/20/20 Merupakan Aturan Resmi Instagram? >
- Strategi yang Bisa Mulai Diterapkan >
- Your Algorithm Membuat Relevansi Semakin Penting >
Your Algorithm Kini Mencakup Feed Instagram
Instagram sebelumnya memperkenalkan kontrol algoritma untuk Reels. Pengguna dapat melihat rangkuman topik yang dianggap menarik oleh sistem, kemudian menambahkan atau mengurangi topik tertentu. Dan pada 10 Juni 2026, Adam Mosseri selaku Head of Instagram mengumumkan bahwa Your Algorithm mulai diperluas ke Feed utama.


Artinya, penyesuaian minat tidak lagi hanya memengaruhi rekomendasi Reels, tetapi juga konten yang muncul saat pengguna membuka halaman utama Instagram. Pengumuman Adam Mosseri di Threads.
Pengembangan tersebut melanjutkan eksperimen yang dimulai pada Reels sejak 2025. Instagram menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna melihat topik yang diperkirakan sesuai dengan minatnya, menambah topik baru, serta mengurangi rekomendasi yang tidak lagi relevan. Penjelasan resmi Instagram.
Dengan perluasan tersebut, perubahan preferensi pada satu bagian Instagram dapat ikut memengaruhi rekomendasi di Feed, Reels, dan Explore.
Bagaimana Cara Kerja Your Algorithm?
Daftar topik pada Your Algorithm disusun berdasarkan aktivitas pengguna. Sistem dapat membaca pola dari konten yang ditonton, dicari, disukai, disimpan, dibagikan, atau dilewati.
Pengguna kemudian dapat melakukan beberapa penyesuaian:
- Melihat topik yang dianggap menarik oleh Instagram.
- Menambahkan topik yang ingin lebih sering muncul.
- Memilih topik yang ingin lebih jarang direkomendasikan.
- Memberikan sinyal langsung terhadap konten tertentu.
- Memperbarui preferensi ketika minatnya berubah.
Pada akun yang sudah mendapat fitur tersebut, kontrol Your Algorithm dapat ditemukan melalui ikon pengaturan minat pada Feed, Reels, atau Explore. Namun, ketersediaannya dapat berbeda karena Instagram kerap merilis fitur secara bertahap.
Pengguna di Indonesia yang belum menemukannya dapat memperbarui aplikasi Instagram dan memeriksa kembali menu pengaturan atau bagian rekomendasi. Tidak munculnya fitur tersebut belum tentu berarti akun mengalami masalah.
Instagram Menguji Cara Baru untuk Mengatur Algoritma
Instagram ingin menjadikan kontrol algoritma lebih mudah ditemukan dan tidak tersembunyi di dalam pengaturan. Beberapa konsep tambahan telah diperlihatkan Adam Mosseri, meskipun belum semuanya menjadi fitur final.
Konsep yang sedang dikembangkan meliputi:
- Membuka panel Your Algorithm dengan menarik halaman utama ke bawah.
- Menampilkan kontrol topik di antara konten Reels.
- Memberikan tombol singkat untuk menandai ketertarikan terhadap rekomendasi tertentu.
- Mengatur algoritma menggunakan instruksi berbentuk percakapan atau teks.
Gagasan terakhir menjadi perubahan paling menarik. Alih-alih hanya menekan tombol “tertarik” atau “tidak tertarik”, pengguna nantinya berpotensi memberikan instruksi seperti meminta lebih banyak konten bisnis lokal dan mengurangi konten hiburan tertentu.
Menurut Coulava, pergeseran pengaturan algoritma ini menjadi salah satu peluang penting perluasan reach dan engagement konten. Kamu harus tahu target audiens kamu dan memaksimalkan konten untuk menjangkau audiens tersebut, memastikan mereka memasukkan topik kontenmu sebagai bagian dari pilihan algoritma mereka. Semakin cocok kontenmu dengan target audiens tertentu, semakin mungkin reach dan engagement konten naik, karena fokus menyasar audiens yang sesuai.
Desain tersebut masih berupa eksperimen. Karena itu, tidak tepat jika seluruh konsep tersebut disebut sudah tersedia untuk semua akun. Mosseri baru menunjukkan arah pengembangan yang sedang dipertimbangkan Instagram. Preview pengembangan Your Algorithm.
Mengapa Instagram Memberikan Kendali kepada Pengguna?
Feed media sosial awalnya banyak dibentuk oleh akun yang sengaja diikuti pengguna. Namun, rekomendasi dari akun yang tidak diikuti semakin sering masuk ke Feed karena platform ingin membantu pengguna menemukan konten baru.
Model tersebut memang membuka kesempatan bagi kreator kecil untuk menjangkau orang yang belum mengikuti mereka. Di sisi lain, pengguna bisa merasa kehilangan kendali karena isi Feed tidak lagi sepenuhnya mencerminkan daftar akun yang mereka pilih.
Your Algorithm menjadi upaya Instagram untuk menyeimbangkan dua kebutuhan tersebut. Sistem tetap menggunakan kecerdasan buatan untuk menemukan konten, tetapi pengguna diberikan cara yang lebih jelas untuk mengoreksi hasil rekomendasinya.
Instagram tidak memberikan kendali penuh atas setiap postingan yang muncul. Namun, pengguna setidaknya dapat memberi arahan yang lebih kuat dibanding hanya mengandalkan aktivitas menonton dan interaksi.
Dampaknya bagi Kreator dan Brand di Indonesia
Kehadiran fitur Your Algorithm Instagram tidak otomatis membuat semua strategi lama menjadi tidak berguna. Namun, perubahan tersebut memperkuat pentingnya niche, relevansi, dan konsistensi topik.
Ketika seseorang memilih topik “digital marketing”, misalnya, Instagram membutuhkan sinyal yang jelas untuk menentukan akun dan konten apa yang sesuai dengan kategori tersebut. Akun yang membahas terlalu banyak topik tanpa hubungan yang jelas dapat lebih sulit diklasifikasikan.
Bagi kreator dan brand, ada beberapa dampak yang perlu diperhatikan:
- Niche akun harus semakin jelas. Bio, caption, teks di video, visual, dan topik konten perlu membentuk konteks yang konsisten. Audiens maupun algoritma harus bisa memahami fokus akun tanpa menebak-nebak.
- Konten harus menjawab kebutuhan spesifik. Konten generik berpotensi kalah dengan materi yang menjawab masalah audiens secara langsung. Brand kuliner, misalnya, dapat membahas rekomendasi menu, proses pembuatan, cerita pelanggan, atau kebiasaan konsumen di wilayah operasionalnya.
- Jumlah unggahan bukan satu-satunya ukuran. Mengisi kalender dengan konten yang tidak memiliki tujuan jelas dapat membuat sinyal akun semakin berantakan. Setiap konten sebaiknya memiliki peran: membangun kepercayaan, memberikan edukasi, memancing percakapan, atau mendorong konversi.
- Analisis perlu dilakukan per topik. Tim media sosial sebaiknya tidak hanya melihat jumlah views.
Bandingkan pula performa setiap pilar konten melalui watch time, share, save, kunjungan profil, komentar relevan, dan hasil bisnisnya.
Menurut Coulava, Your Algorithm Instagram ini juga menjadi salah satu alasan kuat tim perlu memperhatikan kembali hal dasar: audit & personalisasi konten. Pengaturan algoritma oleh pengguna menuntut content creator, pebisnis, influencer, dan pembuat konten digital lainnya untuk lebih fokus memposisikan brandingannya masing-masing, dimana niche mereka, siapa target audiensnya, bagaimana kualitas kontennya, dan penerapan konsistensinya. Dengan pengguna bisa memilih algoritmanya sendiri, kamu harus berlomba-lomba menjadi yang terpilih untuk audiens kamu.
Apakah Strategi 60/20/20 Merupakan Aturan Resmi Instagram?
Sejumlah konten yang membahas update algoritma menyarankan komposisi:
- 60 persen talking-head atau konten otoritas.
- 20 persen konten POV yang relevan.
- 20 persen tips edukasi singkat.
Komposisi tersebut dapat digunakan sebagai kerangka eksperimen, tetapi bukan formula resmi yang diumumkan Instagram atau Adam Mosseri. Tidak ada jaminan akun akan memperoleh jangkauan lebih besar hanya karena mengikuti persentase tersebut.
Setiap akun memiliki karakter audiens berbeda. Brand B2B mungkin mendapatkan hasil lebih baik dari edukasi dan studi kasus, sedangkan bisnis kuliner lokal bisa lebih cocok menggunakan konten produk, suasana tempat, serta pengalaman pelanggan. Gunakan formula 60/20/20 sebagai hipotesis awal apabila sesuai dengan tujuan akun. Setelah itu, evaluasi menggunakan data performa aktual selama beberapa minggu.
Strategi yang Bisa Mulai Diterapkan Seperti Apa?
Tim kreatif tidak perlu langsung mengubah seluruh kalender konten. Mulailah dengan audit sederhana terhadap konten yang sudah dipublikasikan.
Kelompokkan unggahan berdasarkan topik, format, target audiens, dan tujuannya. Dari sana, cari topik yang menghasilkan perhatian berkualitas, bukan hanya views tinggi. Langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain:
- Tetapkan tiga sampai lima pilar konten utama.
- Gunakan keyword yang relevan pada caption, teks visual, dan narasi video.
- Buat seri konten agar topik akun lebih mudah dikenali.
- Prioritaskan konten orisinal dan sesuai kebutuhan audiens.
- Bandingkan performa tiap pilar secara berkala.
- Hindari menyalin tren yang tidak berhubungan dengan identitas brand.
- Uji format secara bertahap tanpa mengganti semuanya sekaligus.
Kreator juga tidak harus mengejar semua pengguna Instagram. Konten yang menjangkau kelompok lebih kecil tetapi benar-benar relevan dapat memberikan hasil bisnis lebih baik dibanding konten viral yang tidak menghasilkan kepercayaan maupun tindakan.
Your Algorithm Membuat Relevansi Semakin Penting
Fitur Your Algorithm Instagram menunjukkan bahwa sistem rekomendasi sedang bergerak ke arah yang lebih terbuka dan dapat diarahkan pengguna.
Bagi pengguna, perubahan ini menawarkan kesempatan untuk membentuk Feed yang lebih sesuai dengan minat. Bagi kreator dan brand, konsekuensinya cukup jelas: mereka perlu membangun tema yang konsisten dan menghasilkan konten yang benar-benar layak dipilih oleh audiens.
Strategi terbaik bukan mencari satu formula rahasia untuk menaklukkan algoritma. Fokus utamanya tetap memahami siapa audiens yang ingin dijangkau, masalah apa yang mereka hadapi, serta alasan mereka perlu menyimpan, membagikan, atau kembali melihat konten tersebut.
Ingin Konten Social Media yang Lebih Strategis?
Coulava Digital & Creative membantu brand mengelola social media dengan strategi konten, kalender editorial, creative direction, dan evaluasi performa yang lebih terarah.
Konsultasi Social Media dengan Coulava
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
