Tombol Preferred Source Google Tak Lagi Buat Pengunjung Pergi dari Situs
Google memperbarui tombol Preferred Sources yang selama ini terpasang di banyak website publisher, sehingga pengunjung kini otomatis kembali ke halaman asal setelah menambahkan situs tersebut sebagai sumber pilihan, menurut laporan Barry Schwartz dari Search Engine Roundtable.
Sebelumnya, alur menambahkan situs sebagai preferred source berpotensi membuat pengunjung teralihkan dari halaman yang sedang mereka baca. Kini, Google menghadirkan kode embed baru yang menjaga pengunjung tetap berada di halaman yang sama sepanjang proses tersebut.
Alur barunya kini terlihat lebih sederhana: pengunjung mengklik tombol “Add to Preferred Sources”, muncul layar konfirmasi “Add as a Preferred Source on Google” dengan tombol “Add”, dan setelah diklik, pengunjung langsung dikembalikan ke halaman semula tanpa harus mencari ulang halaman yang tadi mereka baca.
Menurut Coulava Digital & Creative, pembaruan kecil seperti ini justru berdampak besar bagi publisher, karena selama ini kekhawatiran kehilangan pengunjung akibat proses tambahan semacam ini bisa membuat publisher ragu memasang tombol serupa di situsnya, padahal fitur ini berpotensi meningkatkan visibilitas jangka panjang di berbagai permukaan pencarian Google.
Artikel ini akan membahas apa yang berubah dari fitur Preferred Sources ini, seberapa besar adopsinya sejauh ini, hingga insight yang bisa diambil brand dan publisher dalam memanfaatkan fitur ini untuk memperkuat visibilitas jangka panjang.
Daftar Isi
- Apa yang Berubah dari Alur Tombol Preferred Sources? >
- Seberapa Besar Adopsi Fitur Preferred Sources Sejauh Ini? >
- Apa Insight Coulava dari Pembaruan Fitur Ini? >
- Langkah Praktis Apa yang Bisa Dilakukan Publisher dan Brand? >
- Apa Kesimpulan Utamanya? >
Apa yang Berubah dari Alur Tombol Preferred Sources?
Perubahan utama pada fitur ini terletak pada pengalaman pengguna setelah menekan tombol konfirmasi. Jika sebelumnya proses ini berisiko memutus alur baca pengunjung, kini seluruh proses berlangsung dalam overlay singkat yang langsung mengembalikan pengunjung ke posisi bacaan semula.
- Tombol “Add to Preferred Sources” memicu layar konfirmasi ringkas
- Setelah klik “Add”, pengunjung otomatis kembali ke halaman yang sedang dibaca
- Publisher perlu memperbarui kode embed lama dengan versi terbaru dari Google
Seberapa Besar Adopsi Fitur Preferred Sources Sejauh Ini?
Google menyebut fitur Preferred Sources telah dipilih oleh lebih dari 600.000 sumber unik, meningkat signifikan dari 200.000 sumber pada Mei 2026, hanya dalam rentang beberapa bulan saja.
| Periode | Jumlah Preferred Sources Terpilih |
|---|---|
| Mei 2026 | 200.000 sumber unik |
| Agustus 2026 | Lebih dari 600.000 sumber unik |
Dalam pengumuman resminya, Google menyebut pembaruan ini membuat pembaca lebih mudah menemukan publikasi favorit mereka di Top Stories, AI Overviews, dan AI Mode, sementara publisher mendapat cara yang lebih mulus untuk terhubung dengan pembaca di seluruh permukaan pencarian Google.
Apa Insight Coulava dari Pembaruan Fitur Ini?
Lonjakan jumlah preferred sources dalam waktu singkat menunjukkan bahwa publisher mulai serius memanfaatkan sinyal preferensi pembaca sebagai bagian dari strategi visibilitas jangka panjang, terutama di tengah semakin dominannya AI Overview dan AI Mode dalam hasil pencarian.
Kami melihat bahwa fitur seperti ini penting bagi brand yang mengelola blog atau media sendiri, karena preferred sources berpotensi memperkuat posisi sebuah situs di hasil AI Mode dan Top Stories, terlepas dari peringkat organik konvensionalnya di halaman hasil pencarian.
Menurut Coulava, brand yang punya audiens setia sebaiknya mulai mempertimbangkan memasang tombol preferred sources ini di situsnya, karena risiko kehilangan pengunjung akibat proses tambahan kini sudah diminimalkan lewat pembaruan alur yang baru.
Langkah Praktis Apa yang Bisa Dilakukan Publisher dan Brand?
- Pasang atau perbarui kode embed tombol Preferred Sources dengan versi terbaru dari Google
- Letakkan tombol ini di posisi yang mudah terlihat tanpa mengganggu pengalaman membaca
- Edukasi audiens setia untuk menambahkan situs sebagai preferred source lewat konten atau media sosial
- Pantau performa trafik dari Top Stories, AI Overviews, dan AI Mode setelah mengaktifkan fitur ini
Apa Kesimpulan Utamanya?
Google memperbaiki alur tombol Preferred Sources agar tidak lagi mengalihkan pengunjung dari halaman yang sedang mereka baca, sebuah pembaruan kecil yang berpotensi mendorong lebih banyak publisher memasang fitur ini di situsnya.
Dengan lebih dari 600.000 sumber unik yang sudah terpilih, brand dan publisher yang ingin memperkuat visibilitas di Top Stories, AI Overviews, dan AI Mode sebaiknya mulai mempertimbangkan memanfaatkan fitur ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Ingin Website Brand Kamu Lebih Terlihat di Hasil Pencarian Google?
Coulava Digital & Creative membantu brand membangun strategi SEO dan visibilitas digital yang menyeluruh, mulai dari optimasi konten, struktur teknis, hingga memanfaatkan fitur-fitur terbaru dari Google secara maksimal.
Kunjungi layanan SEO Coulava dan hubungi kami sekarang!
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
Sumber referensi: seroundtable.com
Catatan editorial: Artikel ini ditulis ulang sebagai konten original berbahasa Indonesia berdasarkan fakta dari sumber referensi luar negeri.
