Keyword Research: Mengungkap Search Volume dan Keyword Difficulty untuk SEO yang Optimal

“Keyword research adalah salah satu fondasi utama dalam optimasi SEO dan peringkat Google yang efektif. Artikel dari SEO menyebutkan bahwa keyword research membantu Anda dapat memahami istilah dan frasa yang sering dicari oleh audiens target seputar niche Anda sehingga konten yang Anda buat benar-benar relevan dan mudah ditemukan oleh mesin pencari. Keyword research tidak hanya membantu dalam mengidentifikasi kata kunci populer, tetapi juga memberikan insight mengenai intensi pencarian pengguna yang beragam, mulai dari yang umum hingga yang sangat spesifik. Dengan menggabungkan berbagai tipe kata kunci dalam strategi konten, Anda memaksimalkan peluang untuk menangkap trafik organik berkualitas dan meningkatkan visibilitas merek Anda sehingga menegaskan bahwa riset kata kunci yang adaptif dan terstruktur merupakan kunci sukses digital marketing modern.”

– Diego F Pattiselanno
Co-Founder Coulava Digital & Creative

Sering kita mendengar bahwa kata kunci adalah raja dalam dunia SEO, tapi sebenarnya, apa sih yang membuat sebuah kata kunci benar-benar berkuasa? Bukan hanya tentang memilih kata-kata populer, tapi juga tentang bagaimana kamu memahami search volume dan keyword difficulty, dua faktor penting yang sering menjadi penentu antara halaman webmu muncul di puncak hasil pencarian atau tenggelam jauh di belakang.

Bayangkan kamu sedang berburu harta karun di tengah lautan konten yang sangat luas. Tanpa peta yang tepat, kamu bisa-bisa tersesat atau membuang-buang waktu mengejar yang bukan target. Analoginya sama ketika kamu sedang mengincar ranking dan konversi di dunia Search Engine Optimization. Di sinilah pentingnya riset kata kunci yang tepat dan terukur agar setiap usaha yang kamu lakukan bisa menghasilkan ‘treasure’ nyata berupa traffic berkualitas yang benar-benar membawa keuntungan untuk brand maupun bisnis kamu.

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang riset kata kunci mulai dari definisinya, apa saja faktor yang harus kamu perhatikan, kesalahan yang harus dihindari, strategi riset yang efektif, sampai studi kasus yang bisa kamu pelajari untuk memperdalam pengetahuanmu tentang riset kata kunci untuk SEO dan ranking Google. Artikel ini juga akan memperjelas bacaan kamu sebelumnya tentang optimasi kata kunci untuk SEO website kamu.

Daftar Isi

Apa Itu Riset Kata Kunci dan Mengapa Harus Dilakukan?

Riset kata kunci adalah proses mencari dan menganalisis kata-kata atau frasa yang digunakan oleh orang-orang ketika mereka mencari informasi, produk, atau layanan yang berkaitan dengan situs webmu. Tujuannya adalah menemukan kata kunci yang tepat untuk digunakan dalam konten agar mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google dan disajikan kepada pengguna sesuai intent mereka.

Kenapa harus dilakukan? Karena tanpa riset yang baik, kamu bisa saja menargetkan kata kunci yang terlalu kompetitif atau yang nggak relevan dan membuat usaha SEO-mu tidak efisien. Dengan riset kata kunci, kamu bisa:

  • Memahami apa yang sebenarnya dicari oleh audiens.
  • Mengoptimalkan peluang untuk mendapatkan posisi lebih baik di hasil pencarian.
  • Menghindari terjebak pada praktik seperti keyword stuffing yang justru merugikan.

Pro-tip dari Diego Pattiselanno, Co-founder Coulava:
Selalu prioritaskan keyword dengan intent yang jelas dan relevan dengan konten Anda. Keyword yang sesuai intent memiliki potensi konversi jauh lebih tinggi.”

Search Volume dan Keyword Difficulty: Dua Faktor Utama

Search Volume

Ini adalah jumlah rata-rata pencarian yang dilakukan pengguna untuk sebuah kata kunci dalam jangka waktu tertentu (biasanya per bulan). Keyword dengan search volume tinggi berarti banyak orang yang mencarinya, tapi biasanya kompetisinya juga tinggi.

Keyword Difficulty

Keyword difficulty menggambarkan seberapa sulit kata kunci tersebut untuk diperingkatkan dalam hasil pencarian. Semakin tinggi angkanya, semakin ketat persaingan atau keyword competition dengan situs lain yang juga menargetkan kata kunci tersebut. Cara mengecek tingkat kesulitan keyword bisa kamu baca lebih lengkap di artikel Coulava tentang Cara Cek Keyword Difficulty untuk Menentukan Keyword SEO.

Penting bagi kamu untuk menemukan keseimbangan dalam menargetkan kata kunci yang akan digunakan. Pilih kata kunci dengan:

  • Search volume cukup tinggi agar trafik signifikan.
  • Keyword difficulty cukup rendah agar peluang kamu naik peringkat lebih mudah.

Pro-tip dari Diego Pattiselanno, Co-founder Coulava:
Gunakan tools riset keyword untuk cek keyword difficulty agar bisa menghindari target yang mustahil, dan fokus pada keyword yang realistis sesuai dengan otoritas domain Anda.”

Kalau kamu melakukan riset keyword di Google dengan keyword planner, kamu bisa mendapatkan juga tren kata kunci per tiga bulan atau pertahun yang disajikan dalam satuan persen. Minus menandakan tren kata kunci tersebut menurun sehingga kamu nggak disarankan untuk menggunakan keyword ideas tersebut. Sebaliknya, kalau kata kunci tersebut ditandai 0% atau bahkan positif, berarti tren pencariannya sedang meningkat dan kamu disarankan untuk memakai kata kunci itu dalam konten-konten kamu.

Fungsi Riset Kata Kunci untuk SEO

Riset kata kunci berperan sebagai fondasi strategi SEO, antara lain untuk:

  1. Membangun konten yang relevan dengan kebutuhan audiens.
  2. Menentukan fokus halaman web agar sesuai dengan target pasar.
  3. Mengarahkan strategi link building yang efektif.
  4. Memantau dan mengadaptasi perubahan tren pencarian.

Setiap kata kunci itu punya intent atau maksudnya masing-masing. Pengguna yang mengetikkannya di mesin pencari punya keinginan yang berbeda-beda dan semuanya tercakup dalam kata kunci. Bagaimana kamu memproses kata kunci tersebut mulai dari riset sampai penempatan pada halaman web bisa bantu pengguna sampai ke halaman yang tepat sesuai keinginan mereka dan menghasilkan traffic bahkan konversi untuk keuntungan brand kamu.

Tapi sebaliknya, kalau proses riset kata kunci hingga penempatan kata kunci kamu tidak tepat, efektivitasnya tidak akan terlihat. Buruknya, websitemu stagnan, tidak akan menghasilkan konversi untuk kemajuan bisnis, atau bahkan mengalami penurunan. Jadi penting untuk mengoptimalkan kata kunci di tiap proses pengembangan websitemu agar menghasilkan konversi yang menguntungkan.

Aspek yang Harus Diperhatikan dalam Riset Kata Kunci

Sewaktu melakukan riset keyword, pastikan kamu memperhatikan beberapa aspek di bawah ini:

  1. Relevansi keyword terhadap bisnis dan konten. Kata kunci yang punya volume pencarian dan kompetisi bagus akan tetap percuma kalau nggak relevan dengan situs yang kamu hadirkan. Pengguna nggak akan terbantu dan bisa menghasilkan bounce rate yang tinggi. Google juga bisa menilai kontenmu nggak relevan karena penggunaan keyword yang nggak tepat dan nggak sesuai, sehingga menolak untuk kasih ranking tinggi ke websitemu.
  2. Intent pencarian, Apakah informasional, navigasional, atau transaksional. Ini penting karena kamu harus menempatkan keyword sesuai jenis intentnya agar dapat mengarahkan pengguna ke halaman yang tepat dan bisa menghasilkan konversi maksimal. Artikel dari Coulava bisa memberitahu Kamu tentang Cara Mengecek Search Intent Keyword yang akan atau bisa kamu gunakan.
  3. Kompetisi keyword, jangan terpaku hanya pada kata kunci yang populer tapi sangat ketat persaingannya. Gunakan tools riset keyword untuk mencari peluang kata kunci yang realistis dan berpeluang ranking.
  4. Keyword density atau kepadatan kata kunci dalam konten, jangan berlebihan supaya terhindar dari keyword stuffing atau memupuk keyword sebanyak-banyaknya dalam konten agar bisa dilihat oleh Google.

Kesalahan Umum dalam Riset Kata Kunci

Ada beberapa kesalahan yang umum dan sering terjadi dalam proses riset kata kunci untuk optimasi website, antara lain:

  1. Mengabaikan keyword long-tail yang lebih spesifik dan memiliki tingkat konversi lebih tinggi. Seperti yang sudah disebutkan dalam subbab aspek yang harus diperhatikan untuk riset keyword, long-tail keyword, meskipun punya search volume yang lebih sedikit, dia punya tingkat konversi yang lebih tinggi karena spesifik pada keinginan pengguna. Jadi jangan lupa gunakan juga long-tail keyword dalam kontenmu selain short-tail keyword yang punya search volume lebih tinggi.
  2. Terlalu fokus pada search volume tinggi tanpa memperhitungkan keyword difficulty. Kesulitan atau kompetisi suatu kata kunci memang terkadang diabaikan karena banyak orang fokus pada volume pencariannya. Padahal, selama kompetisinya rendah dan keywordnya relevan, kamu masih bisa gunakan keywordnya walaupun volume pencariannya rendah. Kamu nggak harus memaksakan pakai keyword yang volumenya tinggi tapi malah mengorbankan kesulitan dan relevansinya. Lebih baik gunakan yang relevan dan kompetisinya rendah.
  3. Melakukan keyword stuffing yang membuat konten tidak natural dan berisiko penalti Google. Google sekarang sudah lebih cerdas, dia menilai isi konten dengan lebih komprehensif, bukan cuma sekedar melihat keyword yang terselip di dalamnya saja. Keyword stuffing bisa mengganggu kenyamanan pengguna dan nggak lagi relevan digunakan di zaman sekarang karena algoritma Google yang semakin modern. Google bahkan menyediakan penalti untuk konten/website yang terlalu memaksakan kata kunci sampai terlihat nggak masuk akal untuk dibaca dan mengganggu kenyamanan pengguna.
  4. Tidak menggunakan data dari tools riset keyword, dan hanya mengandalkan feeling atau tebakan. Sudah banyak sekali tools atau alat bantu yang bisa memudahkan kamu riset kata kunci, bahkan menyediakan data konkret seberapa banyak jumlah pencariannya, seberapa bagus trennya, seberapa kompetitif kata kuncinya, tanpa kamu harus berpikir keras menebak dan mengarang. Gunakan tools untuk kejelasan data risetmu untuk mengarahkan pada konversi website yang nyata.

Di era sekarang, kamu juga bisa manfaatkan AI untuk membantu kamu brainstorming ide seed keyword yang sesuai target kamu. Misalnya, nichemu adalah niche kesehatan yang berfokus membahas ‘makanan sehat’. Kamu bisa minta ChatGPT atau AI tools lainnya untuk memberikanmu keyword ideas yang terkait secara semantic dengan ‘makanan sehat’. Dia akan memberikan kamu banyak ide kata kunci seperti misalnya: “pola makan yang baik”, “makanan bergizi”, “manfaat sayur dan buah”, “kandungan gizi makro”, “cara diet sehat”, “dokter gizi di Jakarta”, “konsultasi gizi online”, dan lain lain yang bisa kamu periksa statistiknya dan kamu gunakan untuk websitemu sesuai search intentnya. Ahrefs dalam artikelnya tentang How to Do a Keyword Research juga merekomendasikan cara ini untuk membantu proses riset keywordmu.

Strategi Praktis Riset Kata Kunci yang Efektif

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu ikuti: 

  1. Mulai dengan brainstorming kata kunci utama yang relevan. Kata kunci utama atau seed keyword harus punya relevansi tinggi terhadap topik yang kamu bangun. Misalnya, kamu sedang membuat konten tentang SEO, maka seed keyword bisa berupa “apa itu SEO” yang sangat menggambarkan topikmu sekaligus general. Baru kamu bisa gunakan sistem semantic yang memecah konten utamamu ke beberapa turunan dan menggunakan keyword turunan juga seperti “optimasi kata kunci untuk SEO” untuk topik keyword optimization. 
  2. Gunakan tools riset keyword seperti Google Keyword Planner, Ahrefs, atau SEMrush. Untuk pemula, Google Keyword Planner dianjurkan untuk digunakan karena mudah dan sederhana. Tapi dari segi kelengkapan data riset, tools dari Ahrefs dan SEMrush lebih direkomendasikan. Ahrefs bahkan menyediakan parent topic dari keyword ideas yang tersedia, dan SEMrush menyediakan keyword strategy untuk riset yang sedang kamu lakukan. 
  3. Lakukan analisa search volume dan keyword difficulty untuk memilih target yang optimal. Selalu perhatikan keseimbangan antara volume dan kesulitannya. Jangan menguntungkan salah satu, pilih yang balance dan relevan dengan target audiens kamu.
  4. Kombinasikan keyword short-tail dan long-tail untuk menjangkau berbagai segmen audiens. Strategi kombinasi dua jenis keyword ini dinilai efektif untuk SEO website karena short-tail keyword memiliki volume pencarian yang besar dan long-tail keyword memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan pengguna. 
  5. Monitor performa keyword secara berkala dan lakukan penyesuaian. Aplikasi SEO Powersuite bisa kamun gunakan untuk memonitor performa domain kamu termasuk performa keyword dalam website kamu. Gunakan Rank tracker untuk melihat seberapa banyak keywordmu yang ranking di hasil pencarian atau mencari ide kata kunci dari kompetitormu sebagai bagian dari strategi optimasi lanjutan. 

Kalau kamu menanyakan cara riset keyword di Google, maka kamu bisa melakukannya secara manual. Ketik target keyword di search engine, dan lihat Google Autocomplete atau lihat People Also Ask dari hasil pencarian. Google Autocomplete bisa membantu kamu melihat long-tail keyword yang juga orang ketik di search engine seputar topikmu, dan People Also Ask bisa bantu kamu dapatkan ide long-tail keyword yang juga orang cari di Google seputar topikmu. Baru setelahnya kamu bisa gunakan tools untuk melihat statistik keyword yang kamu temukan secara manual tersebut.

Tools Pembantu Riset Keyword

Berikut beberapa tools riset keyword yang sangat membantu:

  • Google Keyword Planner; Gratis, cocok untuk mengetahui volume dan kompetisi.  
  • Ahrefs; Memberikan data mendalam termasuk keyword difficulty dan analisa kompetitor.  
  • SEMrush;  Tool lengkap untuk riset keyword, audit SEO, dan pelaporan

Studi Kasus: Dengan dan Tanpa Riset Kata Kunci

Bayangkan dua website toko sepatu. Mereka melakukan riset kata kunci dengan dua metode yang berbeda:

  • Website A mengabaikan riset keyword, hanya mengandalkan feeling dan kata kunci populer. Hasilnya, trafik banyak tapi bounce rate tinggi dan konversi rendah.
  • Website B melakukan riset keyword, menargetkan long tail keyword spesifik yang relevan dengan produk. Trafik terarah, bounce rate rendah, dan konversi meningkat signifikan.

Studi kasus ini membuktikan bahwa tidak melakukan riset keyword berarti kehilangan kesempatan besar untuk optimasi dan menghasilkan konversi tinggi. Apalagi untuk pertumbuhan bisnis, riset keyword sangat penting bagi orang‑orang yang ingin melebarkan sayapnya di mesin pencarian.

Riset keyword yang ditujukan untuk menghasilkan konversi dan keuntungan membutuhkan banyak tahapan. Moz dalam artikelnya memberikan sebuah insight baru untuk riset keyword, yaitu dengan menanyakan beberapa pertanyaan pada diri sendiri, misalnya:

  • produk apa yang dijual?
  • siapa saja yang mungkin mencari produk ini?
  • kapan produk ini dicari orang?
  • apakah ada tren musiman yang melibatkan produk ini?
  • biasanya orang mencari produk ini lewat kanal apa dan bagaimana pertanyaan yang mereka ajukan?
  • kenapa produk ini dicari?
  • seberapa besar potensi produk ini tersebar secara lokal, nasional, atau internasional?

Ini berfungsi untuk memetakan seperti apa keyword yang harus dicari dan digunakan yang bisa menghasilkan keuntungan untuk bisnis kamu.

Kesimpulan

Melakukan riset kata kunci dengan fokus pada search volume dan keyword difficulty adalah langkah krusial untuk meningkatkan performa SEO dan mendapatkan trafik yang berkualitas. Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan tools riset keyword yang ada, kamu bisa menghindari kesalahan umum serta mengoptimalkan konten agar sesuai dengan kebutuhan audiens dan algoritma mesin pencari.

Kalau kamu ingin lebih maksimal lagi dalam penerapan SEO, jangan ragu untuk menghubungi Coulava Digital & Creative yang siap membantu melakukan riset kata kunci yang efektif dengan relevansi dan sesuai intent pengguna untuk dorong pertumbuhan situsmu lebih cepat dan terukur.

Hubungi kami untuk konsultasi 100 % gratis!


Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.


Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn

Similar Posts