Cara Cek Broken Link Website dengan Tools Gratis untuk Audit SEO
Cara cek broken link website adalah dengan menginput URL target pada tools seperti Google Search Console, Screaming Frog, dan Broken Link Checker. Tujuan pengecekan adalah untuk menemukan link error, halaman 404, atau URL rusak di dalam website agar struktur website tetap sehat di mata pengguna maupun Google. Broken link biasanya muncul ketika halaman dipindahkan, URL berubah, atau link mengarah ke halaman yang sudah tidak aktif.
Banyak website sebenarnya memiliki broken link tanpa disadari. Hal ini cukup sering terjadi setelah migrasi website, update struktur URL, penghapusan halaman lama, atau perubahan internal linking. Dalam SEO modern, broken link dapat memengaruhi user experience, crawl efficiency, hingga kemampuan Google memahami struktur website secara menyeluruh.
Karena itu, audit broken link menjadi bagian penting dalam technical SEO. Saat struktur link website lebih rapi dan mudah diakses crawler, proses crawling dan indexing biasanya ikut menjadi lebih stabil. Website juga terasa lebih nyaman untuk pengguna karena navigasi antar halaman berjalan lebih lancar.
“Broken link sering terlihat sepele, tapi sebenarnya dampaknya bisa memengaruhi pengalaman pengguna dan kualitas technical SEO secara keseluruhan. Saat crawler menemukan terlalu banyak halaman error, proses memahami struktur website biasanya menjadi kurang efisien. Internal linking yang sehat membantu distribusi authority antar halaman tetap stabil dan memudahkan Google membaca hubungan konten dalam website. Karena itu, audit broken link sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama setelah update struktur URL atau migrasi website. Monitoring technical SEO yang konsisten membantu website menjaga kualitas performa organik dalam jangka panjang. Website yang lebih rapi secara struktur biasanya juga lebih nyaman digunakan pengguna.”
— Diego F Pattiselanno
Co-Founder Coulava Digital & Creative
Daftar Isi
- Apa Itu Broken Link Website? >
- Kenapa Broken Link Perlu Dicek Secara Berkala? >
- Bagaimana Cara Cek Broken Link Website Secara Manual >
- Bagaimana Cara Cek Broken Link Website dengan Google Search Console >
- Tools Gratis untuk Cek Broken Link Website >
- Bagaimana Cara Cek Broken Link Website dengan Screaming Frog >
- Apa Penyebab Broken Link di Website? >
- Bagaimana Cara Memperbaiki Broken Link Website >
- Apa Dampak Broken Link terhadap SEO Website? >
- Bagaimana Cara Mencegah Broken Link di Website >
- Kenapa Audit Broken Link Penting dalam SEO Modern? >
- Penutup >
Apa Itu Broken Link Website?
Broken link website adalah link yang mengarah ke halaman error, halaman yang sudah dihapus, atau URL yang tidak lagi dapat diakses pengguna maupun crawler Google, dan biasanya menghasilkan error 404 yang langsung terasa mengganggu saat pengguna mengkliknya.
Dalam praktiknya, broken link biasanya menghasilkan:
Broken link sendiri terbagi menjadi dua jenis utama:
- internal broken link
- external broken link
Internal broken link terjadi ketika link antar halaman di website kamu mengalami error. External broken link muncul ketika website mengarah ke domain lain yang sudah tidak aktif atau URL-nya berubah. Karena itu, proses cara cek broken link website cukup penting untuk menjaga kualitas navigasi dan struktur internal linking website.
“Broken link adalah URL yang tidak lagi mengarah ke halaman aktif sehingga menghasilkan error saat diakses.”
Kenapa Broken Link Perlu Dicek Secara Berkala?
Broken link perlu dicek secara berkala karena jumlahnya cenderung bertambah seiring waktu secara otomatis terutama setelah update konten atau perubahan URL, dan dampaknya langsung terasa pada pengalaman pengguna maupun efisiensi crawling Google.
Saat pengguna mengklik link lalu menemukan halaman error, pengalaman browsing biasanya menjadi kurang nyaman. Dalam beberapa kasus, pengunjung langsung meninggalkan website karena merasa informasi yang dicari tidak tersedia.
Dari sisi SEO, broken link juga memengaruhi:
- crawl efficiency
- distribusi authority halaman
- struktur internal linking
- kualitas navigasi website
Google sebenarnya tetap dapat memahami website dengan beberapa broken link kecil. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, kualitas website bisa terlihat kurang terawat. Karena itu, audit broken link biasanya menjadi bagian rutin dalam technical SEO maintenance.
Pengetahuan Seputar Backlink dari Ahrefs (2022)
Data dari Ahrefs menunjukkan bahwa rata-rata website kehilangan sekitar 6% dari backlink aktif mereka setiap tahun karena halaman yang dihapus atau URL yang berubah. Pola yang sama berlaku untuk internal link: setiap kali konten dihapus atau URL diperbarui tanpa diikuti update internal linking, broken link baru terbentuk. Ini menjadikan audit broken link bukan aktivitas satu kali melainkan bagian dari maintenance SEO yang perlu dilakukan secara berkala.
🔗Sumber: ahrefs.com, Broken Link Building: The Complete Guide
Bagaimana Cara Cek Broken Link Website Secara Manual?
Cara cek broken link secara manual adalah dengan membuka halaman website lalu mengklik setiap link untuk memastikan semuanya mengarah ke halaman yang aktif, dan metode ini paling cocok untuk website kecil dengan jumlah halaman di bawah 20–30 karena untuk website lebih besar akan membutuhkan waktu sangat lama.
Langkah sederhananya seperti ini:
- buka halaman website
- klik internal link dan external link
- cek apakah halaman dapat diakses
- identifikasi halaman error
- catat URL yang bermasalah
Metode manual cukup membantu untuk website kecil atau blog dengan jumlah halaman yang belum terlalu banyak. Biasanya broken link terlihat dari:
Namun untuk website dengan ratusan halaman, pengecekan manual biasanya membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, penggunaan tools SEO lebih membantu proses audit secara efisien.
Bagaimana Cara Cek Broken Link Website dengan Google Search Console?
Google Search Console mendeteksi broken link yang sudah ditemukan crawler Google dan melaporkannya di menu Pages sebagai halaman “Not Found (404)” atau “Server Error”, sehingga kamu bisa langsung mengetahui URL mana yang perlu diperbaiki berdasarkan data crawling aktual dari Google melalui menu “Pages” tersebut.
Langkah yang umum digunakan:
- buka Google Search Console
- pilih property website
- buka menu “Pages”
- lihat laporan error
- identifikasi halaman 404
- evaluasi URL yang bermasalah
Untuk monitoring technical SEO, kamu bisa menggunakan:
Google Search Console cukup membantu memahami bagaimana crawler membaca struktur halaman website secara keseluruhan.
Tools Gratis Apa Saja untuk Cek Broken Link Website?
Ada 4 tools gratis yang paling efektif dikombinasikan untuk audit broken link: Google Search Console untuk laporan error berdasarkan data crawling Google yang aktual, Broken Link Checker untuk pengecekan cepat tanpa instalasi, Screaming Frog untuk audit crawling yang paling komprehensif, dan Ahrefs Webmaster Tools untuk monitoring broken link sekaligus backlink yang hilang.
Berikut beberapa tools yang cukup sering digunakan:
| Tools SEO | Fungsi Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Google Search Console | Monitoring halaman error | Semua level SEO |
| Broken Link Checker | Cek broken link cepat | Pemula |
| Screaming Frog SEO Spider | Crawling technical SEO | Website menengah–besar |
| Ahrefs Webmaster Tools/Ahrefs Broken Link Checker | Audit technical SEO/Cek broken link | Monitoring website |
Tools-tools tersebut biasanya membantu menemukan:
- broken internal link
- redirect chain
- 404 pages
- server error
- duplicate redirect
Dalam praktik SEO modern, kombinasi Google Search Console dan crawling tools biasanya sudah cukup membantu proses audit broken link.
Bagaimana Cara Cek Broken Link Website dengan Screaming Frog?
Screaming Frog menemukan broken link dengan cara merayapi seluruh website lalu mengelompokkan semua URL berdasarkan status kode respon termasuk error 4xx dan 5xx, sehingga kamu bisa langsung melihat daftar halaman bermasalah beserta sumber link yang perlu diperbaiki.
Langkah dasarnya:
- install Screaming Frog
- masukkan domain website
- mulai crawling
- buka tab “Response Codes”
- filter Client Error (4xx)
- identifikasi broken URL
Setelah crawling selesai, biasanya akan terlihat:
Tools ini cukup membantu terutama untuk website dengan jumlah halaman yang besar.
Pro Tip dari Diego Pattiselanno, Co-Founder Coulava:
“Setelah update struktur URL atau migrasi website, audit broken link sebaiknya dilakukan ulang untuk memastikan seluruh redirect dan internal link tetap berjalan normal.”
Apa Penyebab Broken Link di Website?
Broken link paling sering terjadi karena URL halaman diubah atau halaman dihapus tanpa disertai pembuatan redirect 301, sehingga semua internal link dan backlink yang mengarah ke URL lama langsung menghasilkan error 404.
Beberapa penyebab yang cukup umum:
- URL berubah tanpa redirect
- halaman lama dihapus
- typo pada penulisan link
- domain expired
- redirect error
- migrasi website
Dalam beberapa kasus, broken link juga muncul karena perubahan permalink yang tidak disertai update internal linking. Karena itu, maintenance struktur website cukup penting agar navigasi tetap stabil dan mudah dipahami crawler.
Bagaimana Cara Memperbaiki Broken Link Website?
Broken link diperbaiki dengan cara yang berbeda tergantung jenis masalahnya: untuk URL yang pindah lokasi gunakan redirect 301, untuk link yang mengarah ke halaman yang sudah tidak ada update URL tujuan ke halaman yang paling relevan, dan untuk external link yang broken hapus atau ganti dengan sumber alternatif yang masih aktif.
Langkah yang bisa dilakukan:
- identifikasi broken URL
- cek tujuan halaman
- update URL yang salah
- buat redirect 301 bila diperlukan
- hapus link yang tidak relevan
- lakukan pengecekan ulang
Redirect 301 cukup membantu ketika:
Sedangkan untuk halaman yang memang sudah tidak relevan, penghapusan link biasanya menjadi pilihan yang lebih rapi. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam memperbaiki struktur link dan redirect secara menyeluruh, tim jasa SEO Indonesia dari Coulava dapat membantu melalui audit technical SEO yang terstruktur.
Apa Dampak Broken Link terhadap SEO Website?
Broken link merusak SEO website melalui 3 jalur sekaligus: membuang crawl budget yang harusnya digunakan untuk mengindeks halaman penting, memutus distribusi authority internal link sehingga halaman kekurangan sinyal, dan meningkatkan bounce rate karena pengguna yang menemukan halaman error cenderung langsung meninggalkan website.
Dalam SEO modern, struktur internal linking membantu Google memahami:
Saat terlalu banyak broken link muncul, proses crawling biasanya menjadi kurang efisien karena crawler menemukan banyak halaman error. Selain itu, broken link juga dapat:
Pro Tip dari Diego Pattiselanno, Co-Founder Coulava:
“Audit internal link berkala membantu website menjaga crawl efficiency dan mempermudah Google memahami struktur konten secara lebih konsisten.”
Bagaimana Cara Mencegah Broken Link di Website?
Cara paling efektif mencegah broken link adalah menetapkan aturan sederhana: setiap kali halaman dihapus atau URL diubah, selalu buat redirect 301 sebelum perubahan dipublikasikan, dan lakukan audit broken link setiap 3 bulan sekali atau setiap kali ada perubahan besar pada struktur website.
Beberapa langkah yang cukup membantu:
- audit technical SEO rutin
- monitoring setelah update website
- menjaga struktur URL tetap konsisten
- menggunakan redirect dengan benar
- mengecek link sebelum publish artikel
Website yang rutin melakukan maintenance biasanya lebih stabil dari sisi technical SEO dan navigasi pengguna. Karena itu, monitoring broken link sebaiknya menjadi bagian dari evaluasi SEO berkala, terutama untuk website yang aktif melakukan update konten.
Kenapa Audit Broken Link Penting dalam SEO Modern?
Audit broken link semakin penting di SEO modern karena Google mengalokasikan crawl budget berdasarkan kualitas website secara keseluruhan, dan website dengan banyak halaman error dianggap kurang terawat sehingga bisa mendapat prioritas crawling yang lebih rendah dibanding kompetitor dengan struktur yang lebih bersih.
Dalam perkembangan SEO saat ini, Google semakin memperhatikan kualitas pengalaman pengguna dan efisiensi struktur website. Website dengan navigasi yang lebih rapi biasanya lebih mudah dipahami crawler dan terasa lebih nyaman untuk pengunjung.
Audit broken link juga membantu:
Karena itu, broken link bukan hanya masalah teknis kecil, melainkan bagian dari maintenance SEO yang cukup penting untuk pertumbuhan organic visibility.
Data Terkini tentang Redirect dari Google (2026)
Google secara resmi merekomendasikan penggunaan redirect 301 untuk semua URL yang dipindahkan atau dihapus sebagai cara terbaik mengelola broken link dan mempertahankan value backlink. Dalam dokumentasi resminya, Google juga menegaskan bahwa redirect chain yang terlalu panjang lebih dari 3–5 lompatan bisa mengurangi efisiensi crawling dan memperlemah transfer authority. Memastikan setiap redirect berjalan langsung ke tujuan akhir tanpa banyak lompatan adalah bagian dari praktik technical SEO yang baik.
🔗Sumber: developers.google.com, Redirect and mobile site best practices
Penutup
Memahami cara cek broken link website membantu kamu menjaga kualitas technical SEO, user experience, dan struktur internal linking website tetap sehat. Monitoring broken link secara rutin juga membantu crawler memahami website lebih efisien sehingga proses indexing dan distribusi authority antar halaman berjalan lebih stabil.
Kalau kamu ingin mengembangkan website dengan struktur SEO yang lebih optimal, tim Coulava Digital & Creative siap membantu melalui technical SEO audit, evaluasi broken link, dan pengembangan strategi organic growth yang lebih relevan untuk kebutuhan brand maupun bisnis kamu.
Ingin mengembangkan website dengan technical SEO audit, evaluasi broken link, dan strategi organic growth yang lebih optimal bersama tim ahli?
Konsultasi Gratis dengan Tim SEO Coulava sekarang juga!
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
