WhatsApp Business untuk Jualan: Fitur, Cara Pakai, dan Tips agar Closing Lebih Cepat
WhatsApp Business untuk jualan bisa kamu manfaatkan dengan melengkapi profil bisnis, mengisi katalog produk, mengaktifkan pesan otomatis, memakai quick reply dan label, lalu menghubungkannya dengan media sosial atau iklan. Aplikasi gratis ini membantu kamu merespons calon pembeli lebih cepat dan mengelola pesanan dengan lebih rapi.
Coba ingat kebiasaanmu sendiri saat ingin membeli sesuatu dari toko online atau usaha lokal. Kemungkinan besar, kamu lebih dulu mengirim chat untuk menanyakan stok, harga, atau ongkos kirim sebelum memutuskan membeli. Calon pelangganmu pun melakukan hal yang sama. Masalahnya, jika kamu masih berjualan lewat WhatsApp pribadi, chat pelanggan akan bercampur dengan pesan keluarga dan grup, sehingga mudah terlewat. WhatsApp Business hadir untuk merapikan proses ini sekaligus membuat bisnismu terlihat lebih profesional.
“Di banyak akun klien yang kami kelola, media sosial berperan membangun minat, sedangkan WhatsApp menjadi tempat transaksi terjadi. Karena itu, kami selalu memastikan perjalanan dari konten ke chat terasa mulus bagi calon pembeli. Tautan WhatsApp di bio, tombol di profil, hingga ajakan di caption harus mengarah ke nomor yang aktif dan cepat merespons. Kecepatan balasan sering menjadi pembeda antara calon pembeli yang jadi membeli dan yang pindah ke kompetitor. Fitur seperti katalog, quick reply, dan label sangat membantu tim penjualan bekerja lebih rapi. Kami juga menyarankan klien menyiapkan template jawaban untuk pertanyaan yang paling sering masuk. ”
– Diego F. Pattiselann
Co-Founder Coulava Digital & Creative
Di artikel ini, kamu akan mempelajari perbedaan WhatsApp Business dan WhatsApp biasa, fitur yang berguna untuk jualan, cara menyiapkannya, cara mengarahkan calon pembeli, serta tips membalas chat agar lebih mudah closing.
Daftar Isi
- Apa Perbedaan WhatsApp Business dan WhatsApp Biasa? >
- Apa Saja Fitur WhatsApp Business yang Berguna untuk Jualan? >
- Bagaimana Cara Menyiapkan WhatsApp Business untuk Jualan? >
- Bagaimana Mengarahkan Calon Pembeli ke WhatsApp? >
- Bagaimana Membalas Chat agar Calon Pembeli Jadi Membeli? >
- Kesimpulan >
Apa Perbedaan WhatsApp Business dan WhatsApp Biasa?
Perbedaan WhatsApp Business dan WhatsApp biasa terletak pada fitur khusus bisnis seperti profil bisnis, katalog produk, pesan otomatis, quick reply, dan label chat. Lewat profil bisnis, kamu bisa mencantumkan deskripsi usaha, alamat, jam operasional, email, dan situs web, sehingga calon pembeli lebih yakin bahwa tokomu benar-benar ada.
Aplikasi ini bisa kamu unduh gratis di Android maupun iPhone. Perlu diingat, satu nomor hanya bisa aktif di satu aplikasi WhatsApp dalam waktu bersamaan. Karena itu, sebaiknya kamu menggunakan nomor khusus untuk bisnis agar urusan pribadi dan penjualan tidak bercampur. Jika volume chat sudah sangat besar, kamu bisa mempertimbangkan WhatsApp Business Platform atau API yang mendukung chatbot, banyak agen, dan integrasi dengan sistem lain.
Apa Saja Fitur WhatsApp Business yang Berguna untuk Jualan?
Fitur WhatsApp Business yang paling berguna untuk jualan adalah katalog, pesan otomatis, quick reply, dan label.
- Katalog: etalase produk lengkap dengan foto, harga, deskripsi, dan tautan yang bisa dilihat pelanggan langsung dari chat.
- Pesan sambutan dan pesan di luar jam kerja: balasan otomatis untuk pelanggan baru dan chat yang masuk saat toko tutup.
- Quick reply: jawaban tersimpan yang bisa dipanggil dengan mengetik garis miring, cocok untuk info harga, ongkir, atau cara pemesanan.
- Label: penanda chat berwarna, misalnya pelanggan baru, menunggu pembayaran, dikirim, dan selesai.
Kombinasi keempat fitur ini membuat alur penjualan lebih tertata. Kamu bisa melihat chat mana yang perlu ditindaklanjuti tanpa harus menggulir seluruh percakapan.
Sebagai rujukan, Trengo menjelaskan bahwa katalog WhatsApp Business dapat memuat hingga 500 produk atau layanan yang bisa langsung dilihat dan dibeli oleh kontak kamu. Trengo juga menyebut pengguna bisa membuat hingga 50 quick reply untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan.
Bagaimana Cara Menyiapkan WhatsApp Business untuk Jualan?
WhatsApp Business bisa kamu siapkan untuk jualan dengan mendaftarkan nomor bisnis, melengkapi profil, mengisi katalog, lalu mengatur pesan otomatis, quick reply, dan label.
Langkahnya seperti ini:
- Unduh aplikasi WhatsApp Business dan daftarkan nomor khusus untuk usaha.
- Lengkapi profil dengan logo, nama bisnis, kategori, deskripsi singkat, alamat, jam buka, dan tautan toko online.
- Masukkan produk ke katalog dengan foto yang jelas, harga, dan deskripsi yang menjawab pertanyaan umum.
- Aktifkan pesan sambutan dan pesan di luar jam kerja, lalu simpan quick reply untuk pertanyaan yang sering muncul.
- Buat label sesuai tahapan pesanan agar status setiap pelanggan mudah dipantau.
Perbarui katalog setiap kali ada produk baru, perubahan harga, atau stok habis. Katalog yang tidak diperbarui justru bisa memicu kekecewaan pelanggan. Kelompokkan produk ke dalam koleksi, misalnya produk terlaris, produk baru, dan paket promo, agar pelanggan lebih mudah menemukan barang yang dicari.
Bagaimana Mengarahkan Calon Pembeli ke WhatsApp?
Calon pembeli bisa kamu arahkan ke WhatsApp melalui tautan di bio media sosial, tombol kontak di profil bisnis, iklan Click to WhatsApp, dan kode QR di materi offline. Beberapa caranya:
- Pasang tautan WhatsApp di bio Instagram, TikTok, dan halaman Facebook bisnis.
- Tambahkan ajakan yang jelas di caption, misalnya “klik tautan di bio untuk pesan lewat WhatsApp”.
- Jalankan iklan Click to WhatsApp di Facebook dan Instagram agar penonton iklan langsung membuka chat.
- Cetak kode QR WhatsApp di kemasan, kartu nama, atau meja kasir.
Siapkan juga pesan pembuka otomatis di tautan WhatsApp, misalnya “Halo, saya mau tanya produk ini”. Dengan begitu, calon pembeli tidak perlu berpikir lama untuk memulai percakapan denganmu.
Dalam pembahasan terkait, Shopify menjelaskan bahwa fitur quick reply membantu penjual menghemat waktu dengan memilih jawaban yang sudah ditulis untuk pertanyaan umum. Shopify juga menekankan bahwa kecepatan respons di aplikasi pesan sangat menentukan apakah sebuah penjualan berhasil.
Bagaimana Membalas Chat agar Calon Pembeli Jadi Membeli?
Chat bisa kamu balas agar calon pembeli jadi membeli dengan merespons cepat, memahami kebutuhan mereka, memberi informasi yang lengkap, lalu memandu proses pemesanan sampai selesai. Mulailah dengan menyapa dan menanyakan kebutuhan mereka, misalnya ukuran, jumlah, atau tujuan pembelian. Setelah itu, kirim produk langsung dari katalog agar pelanggan bisa melihat foto dan harga tanpa harus mencari sendiri. Begitu pelanggan setuju, kirim ringkasan pesanan berisi produk, total harga, ongkos kirim, dan cara pembayaran.
Jika pelanggan belum membalas, kamu boleh melakukan satu kali tindak lanjut yang sopan dalam satu atau dua hari. Hindari mengirim pesan promosi berulang tanpa izin, karena pelanggan bisa memblokir atau melaporkan nomor bisnismu. Nada bahasa yang ramah dan sopan juga membuat pelanggan merasa dihargai, sehingga mereka lebih mungkin kembali berbelanja.
Kesimpulan
WhatsApp Business membantu kamu berjualan lebih rapi lewat profil bisnis, katalog, pesan otomatis, quick reply, dan label. Hubungkan aplikasi ini dengan media sosial dan iklan agar calon pembeli mudah memulai percakapan denganmu.
Balas chat dengan cepat, berikan informasi yang lengkap, dan pandu pelanggan sampai transaksi selesai. Jika kamu mengelolanya secara konsisten, WhatsApp bisa menjadi kanal penjualan yang sangat efektif untuk bisnismu.
Butuh Dukungan Pengelolaan Social Media untuk Brand Kamu?
Ingin konten media sosial brand kamu mengarahkan lebih banyak calon pembeli ke WhatsApp? Coulava Digital & Creative dapat membantu kamu menyusun strategi konten, mengelola akun, dan menjalankan iklan yang terhubung langsung ke kanal penjualan. Konsultasi Social Media dengan Coulava untuk informasi lebih lanjut.
Pelajari juga layanan Coulava yang lainnya dan lihat galeri Coulava untuk mengenal pendekatan kreatif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.
Hubungi Coulava sekarang juga!
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
