Facebook Uji Coba Feed Video Vertikal Penuh Layar
Facebook sedang menguji versi aplikasi yang langsung membuka feed video vertikal penuh layar begitu kamu membuka aplikasinya. Kolom The Stepback dari The Verge edisi 26 Juli 2026 menyebut uji coba ini sebagai puncak dari tren video vertikal yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Uji coba ini belum menjadi peluncuran resmi, tapi arahnya sejalan dengan langkah Meta yang sejak 2024 menjadikan tampilan video vertikal sebagai default di semua platformnya. Bagi social media specialist, ini sinyal penting untuk meninjau ulang prioritas format konten dalam waktu dekat.
Uji coba Facebook ini jadi alasan kuat bagi brand untuk meninjau ulang rasio dan durasi video vertikal di semua akunnya sebelum ikut arus tanpa arah yang jelas. Kami di Coulava Digital & Creative menyarankan kamu mengecek dulu apakah audiensmu memang aktif di Reels, lalu memprioritaskan revisi tiga video berperforma terbaik ke format vertikal penuh dalam pekan ini.
Data yang dikutip kolom ini menunjukkan skala pergeseran tersebut. Meta menyebut pada 2025 Reels sudah menjadi bisnis senilai 50 miliar dolar AS per tahun di seluruh aplikasinya.
Pew Research Center mencatat sekitar 63 persen anak muda dan remaja memakai TikTok, dengan satu dari lima remaja mengaku membuka aplikasi itu hampir terus menerus. YouTube melaporkan 200 miliar tayangan harian untuk Shorts pada akhir 2025, dengan pendapatan per jam tonton yang disebut lebih tinggi dibanding video YouTube biasa.
Ketiga data ini menjadi latar kenapa uji coba Facebook masuk akal secara bisnis. Kolom ini menyebut format video vertikal lebih mudah menahan waktu tonton dan lebih gampang disisipi iklan dibanding format lain. Simak di bawah ini apa yang berubah, siapa yang terdampak, dan langkah konkret buat kamu.
Daftar Isi
- Apa yang Sedang Diuji Facebook pada Fitur Video Vertikal? >
- Siapa yang Akan Terdampak Jika Uji Coba Ini Meluas? >
- Apa yang Masih Belum Bisa Dipastikan dari Uji Coba Ini? >
- Apa Tindakan yang Perlu Diambil Social Media Specialist dalam 7 Hari? >
- Metrik Apa yang Perlu Dipantau Setelah Menyesuaikan Strategi? >
Apa yang Sedang Diuji Facebook pada Fitur Video Vertikal?
Facebook menguji tampilan aplikasi yang langsung menyuguhkan feed video vertikal penuh layar begitu dibuka, mirip pengalaman di TikTok atau Reels. Kolom The Verge menyebut jika uji coba ini diperluas, pengalaman utama Facebook berpotensi berubah total menjadi feed video.
Perubahan ini melanjutkan langkah Meta pada 2024 yang sudah menjadikan tampilan video vertikal sebagai default di seluruh platformnya. Uji coba ini belum diumumkan sebagai peluncuran resmi ke semua pengguna.
Siapa yang Akan Terdampak Jika Uji Coba Ini Meluas?
Brand dan pengelola akun bisnis di Facebook jadi pihak yang paling langsung terdampak karena traffic organik lama dari feed berbasis teman dan grup bisa bergeser ke feed video algoritmik. Social media specialist yang selama ini mengandalkan format foto atau tautan perlu bersiap menyesuaikan format kontennya.
Pengiklan yang terbiasa menempatkan iklan di sela unggahan teman juga perlu meninjau ulang penempatan campaign mereka. Tim konten yang belum punya stok video vertikal akan merasakan dampak paling besar.
Apa yang Masih Belum Bisa Dipastikan dari Uji Coba Ini?
Kolom The Verge tidak menyebutkan tanggal peluncuran resmi maupun target populasi pengguna untuk uji coba ini. Belum ada kepastian apakah perubahan ini akan berlaku untuk semua pengguna Facebook atau hanya segmen tertentu.
Belum ada juga penjelasan soal bagaimana nasib format non-video seperti foto atau tautan jika uji coba ini diperluas. Kamu perlu memperlakukan informasi ini sebagai sinyal arah, bukan kepastian jadwal.
Apa Tindakan yang Perlu Diambil Social Media Specialist dalam 7 Hari?
Audit dulu rasio video vertikal terhadap total konten Facebook dan Instagram milikmu dalam tiga bulan terakhir. Siapkan minimal tiga video vertikal baru dengan durasi di bawah 60 detik sebagai stok cadangan.
Ajukan revisi jadwal konten ke tim supaya format vertikal jadi prioritas utama, bukan tambahan. Komunikasikan perubahan ini ke klien atau atasan supaya ekspektasi performa konten non-video ikut disesuaikan.
Checklist yang harus dilakukan:
Metrik Apa yang Perlu Dipantau Setelah Menyesuaikan Strategi?
Pantau rata-rata durasi tonton dan completion rate video vertikal barumu setiap minggu untuk melihat apakah formatnya benar-benar diterima audiens. Bandingkan juga reach organik feed video dengan feed non-video dalam periode yang sama.
Perhatikan perubahan rasio klik ke tautan eksternal, karena feed video penuh layar cenderung mengurangi ruang untuk tautan keluar. Catat semua angka ini sebagai baseline sebelum uji coba Facebook benar-benar meluas.
Ingin Konten Social Media yang Lebih Strategis?
Coulava Digital & Creative membantu brand mengelola social media dengan strategi konten, kalender editorial, creative direction, dan evaluasi performa yang lebih terarah.
Kunjungi layanan Kelola Sosial Media Coulava dan hubungi kami sekarang juga!
Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.

Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn
Sumber referensi: theverge.com
Catatan editorial: Artikel ini ditulis ulang sebagai konten original berbahasa Indonesia berdasarkan fakta dari sumber referensi luar negeri.
