Apa itu SEO?

Apa itu SEO? Pengertian, Landasan Utama, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Search Engine Optimization (SEO) adalah proses strategis untuk meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian organik Google, dengan tujuan utama menjangkau audiens yang tepat, membangun otoritas brand, dan mendorong konversi bisnis.

Di Coulava, kami memandang SEO bukan sekadar usaha meningkatkan traffic website, tapi soal bagaimana setiap klik mendorong pertumbuhan bisnis. SEO yang efektif mencakup kombinasi konten berkualitas, struktur teknis yang optimal, dan strategi berkelanjutan yang disesuaikan dengan perilaku pengguna serta tujuan bisnis klien.

SEO perlu dimulai dari pendalaman tentang brand dan audiens, lalu dikembangkan menjadi strategi yang mengedepankan User Experience, yang akan melahirkan pendekatan SEO yang terukur, mulai dari riset keyword yang presisi, content planning, optimasi semantic, hingga konversi.

Bagi kami, SEO adalah salah satu alat terbaik untuk membangun kepercayaan dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.”

Dikutip dari penjelasan Diego Pattiselanno – Co-founder Coulava Digital & Creative tentang SEO

Daftar Isi

Pendahuluan

Kamu (dan banyak orang yang baru mulai terjun ke dunia digital marketing) pasti pernah bertanya: bagaimana caranya agar bisnisku bisa ditemukan orang? Bagaimana agar bisnisku bisa berkembang dengan SEO? Jawabannya mungkin lebih sederhana dari yang kamu kira: taklukkan mesin pencarian.

SEO dan faktor peringkat Google punya dampak luar biasa terhadap seberapa sering dan seberapa mudah orang menemukan brand kamu. Google menggunakan algoritma canggih untuk menyaring jutaan situs, lalu menyusunnya berdasarkan apa yang paling relevan dengan kebutuhan pengguna. Situs yang berhasil muncul di halaman pertama adalah mereka yang memahami dan mengoptimasi faktor-faktor ini. Di artikel ini, kami akan membahas 10 faktor utama penentu peringkat Google tahun 2025 untuk Search Enginge Optimization (SEO), lengkap dengan referensi terpercaya serta tips optimasi mesin pencari yang bisa langsung kamu terapkan untuk meningkatkan visibilitas websitemu.

1. Konten yang Menarik & Berkualitas: Landasan SEO

Apakah kamu pernah menemukan sebuah artikel yang terasa lengkap, jelas, dan benar-benar membantu menjawab pertanyaanmu? Atau justru sebaliknya, tulisan yang tampak panjang, namun tidak memberikan informasi yang berarti?

Di dunia SEO saat ini, kualitas konten tidak lagi dinilai hanya dari jumlah katanya, melainkan dari seberapa relevan, mendalam, dan bermanfaat konten tersebut bagi pengguna. Apakah konten yang dibuat bisa membuat orang lebih pintar? Membawa orang dari poin 0 ke 1, 1 ke 2 dan seterusnya.

Google kini semakin cerdas. Ia tidak hanya membaca kata demi kata, tapi juga mengevaluasi struktur, niat penulis dalam menjawab atau memberikan informasi kepada pembaca, dan nilai informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, menghasilkan konten yang menarik & berkualitas menjadi sangat penting dalam SEO, karena konten yang berkualitas menjadi cerminan profesionalitas dan kredibilitas dirimu dan situsmu.

Bagaimana cara membuat konten yang baik?

Berikut beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan dalam menyusun konten website:

  • Mengandung elemen E-E-A-T, baik melalui sudut pandang penulisan, kedalaman pembahasan, maupun dukungan sumber yang terpercaya.
  • Relevansi terhadap search intent, yaitu sejauh mana kontenmu menjawab kebutuhan atau pertanyaan pengguna.
  • Panjang ideal berkisar antara 1.500 hingga 2.500 kata, tergantung pada kompleksitas topik yang dibahas.
  • Struktur yang sistematis, dengan penggunaan heading (H2–H4) untuk memudahkan navigasi dan pemahaman.

Studi Backlinko dalam daftar 200 Google ranking factors menyebutkan halaman yang menyajikan konten yang mendalam dan komprehensif memiliki peluang lebih besar untuk menempati peringkat tiga besar dalam hasil pencarian Google.

Apa sih yang dimaksud dengan konten yang komprehensif?

Konten yang komprehensif dari kacamata SEO adalah konten yang membahas topik secara lengkap dan mendalam dengan menjawab berbagai pertanyaan pengguna, menggunakan keyword relevan dan variatif secara natural, serta disajikan dalam struktur yang terorganisir rapi sehingga mudah dipahami oleh pembaca dan mesin pencari. Selain itu, konten ini memberikan nilai tambah melalui data, ilustrasi, atau referensi terpercaya, mengoptimalkan elemen on-page dan semantic SEO, serta memenuhi standar penulisan yang baik.

Sementara itu secara teknis penulisan, temuan dari Moz menunjukkan bahwa artikel panduan dengan panjang sekitar 2.000 kata mampu menghasilkan traffic hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan artikel yang lebih pendek dan kurang mendalam.

Apa yang dimaksud dengan backlink? Dalam dunia SEO, suara kepercayaan atau backlink sering disebut sebagai salah satu sinyal terkuat untuk menunjukkan kualitas dan kredibilitas sebuah halaman.

Menurut Diego Pattiselanno – Co-founder dari Coulava Creative & Digital Agency, analogi dari backlink adalah sebagai berikut:

Bayangkan kamu mau cari tempat makan enak.
Lalu ada 10 teman kamu yang bilang: “Cobain deh Warung Makan A, enak banget!”, dan ada juga 1 teman kamu yang bilang: “Cobain deh Warung Makan B, enak banget!”. Kamu pasti akan lebih mempertimbangkan Warung Makan A yang direkomendasikan oleh lebih banyak orang bukan?
Nah, dalam dunia nyata, rekomendasi dari teman yang banyak ini bikin kamu percaya dan akhirnya mau coba.

Di dunia SEO, backlink itu seperti rekomendasi dari situs lain ke situs kamu. Semakin banyak yang kasih rekomendasi (backlink), Google mikir: “Wah, website ini direkomendasiin banyak orang, berarti bagus nih.”

Authority = Reputasi Si Pemberi Rekomendasi

Tapi, nggak semua rekomendasi itu nilainya sama.

Kalau yang ngasih rekomendasi itu temen kamu yang emang food blogger terkenal, kamu langsung percaya.

Tapi kalau yang ngasih rekomendasi temen yang sering asal ngomong, kamu mungkin mikir dua kali.

Di SEO juga begitu:
Authority = seberapa besar reputasi si pemberi backlink.
Backlink dari Kompas.com atau Forbes nilainya lebih tinggi dibanding dari blog pribadi yang baru dibuat kemarin.

Bayangkan jika banyak situs lain menautkan ke konten yang kamu buat. Itu artinya mereka menganggap informasi yang kamu sajikan layak untuk dibagikan. Seperti itulah cara Google membaca backlink sebagai bentuk “suara kepercayaan” dari situs/domain lain. 

Semakin banyak backlink yang berasal dari situs-situs berkualitas, semakin besar pula peluang kontenmu dianggap otoritatif oleh Google dan mendapatkan peringkat lebih baik di hasil pencarian. Sepenting itulah peran backlink dalam optimasi website kamu. 

Berikut ini beberapa fakta penting seputar backlinks yang perlu kamu tahu:

  • 91% halaman yang berada di posisi teratas memiliki setidaknya satu backlink eksternal.
  • Backlink dari domain dengan DA (Domain Authority) tinggi, seperti situs berita nasional atau institusi edukasi, lebih berdampak.
  • Link dari .edu atau .gov lebih dipercaya oleh algoritma Google.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah backlink yang penting, tapi juga kualitas dan reputasi sumbernya. Kabar baiknya, kamu bisa mulai membangun backlink secara organik tanpa harus membeli link, dengan cara:

  • Guest posting: Tulis artikel untuk blog atau media yang relevan dengan niche-mu, dan sisipkan link menuju konten yang ingin kamu promosikan.
  • Ciptakan konten “Linkable”: Konten seperti data statistik, studi kasus, panduan mendalam, atau infografis sering kali lebih mudah mendapatkan tautan dari situs lain.
  • Jalin relasi dengan influencer atau penulis di niche tertentu: Semakin aktif kamu berjejaring, semakin besar peluang kontenmu dilirik dan dirujuk oleh mereka yang sudah punya audiens.

Backlink memang bukan satu-satunya faktor dalam SEO, tapi peranannya sangat besar dalam membangun kredibilitas situsmu di mata Google. Jika kamu ingin membangun fondasi SEO yang kokoh, mulailah dari konten berkualitas, dan lanjutkan dengan strategi backlink yang tepat.

3. Pengalaman Pengguna (UX): Kenyamanan yang Dinilai Google

Saat seseorang mengunjungi situsmu, hal pertama yang mereka rasakan bukan isi kontennya, melainkan kenyamanan saat mengaksesnya (membuka situs, navigasi, dan lain sebagainya). 

Google memahami hal ini, maka user experience (UX) menjadi salah satu elemen penting dalam penilaian peringkat halaman.

Apa yang dimaksud dengan user experience?

Secara sederhana, user experience adalah keseluruhan pengalaman yang dirasakan pengunjung saat berinteraksi dengan situsmu, mulai dari seberapa cepat halaman dimuat, seberapa mudah mereka menemukan informasi, hingga apakah tampilannya nyaman dilihat di berbagai perangkat.

Apa saja yang termasuk user experience? Google menggunakan serangkaian indikator yang disebut Core Web Vitals untuk mengukur kualitas pengalaman pengguna di suatu halaman. Metrik ini mencakup:

  • LCP (Largest Contentful Paint): Mengukur waktu kemunculan elemen utama halaman. Idealnya kurang dari 2,5 detik.
  • FID (First Input Delay): Seberapa cepat situs merespons interaksi pertama dari pengguna, seperti klik pada tombol atau link.
  • CLS (Cumulative Layout Shift): Mengukur stabilitas tampilan. Semakin sedikit elemen yang bergeser saat dimuat, semakin baik nilainya.

Selain itu, user experience juga bisa dilihat dari:

  • Kecepatan halaman: Website harus bisa dimuat secepat mungkin agar pengguna tidak pergi sebelum membaca.
  • Tampilan stabil: Hindari elemen yang tiba-tiba berpindah posisi saat halaman sedang dimuat.
  • Responsif di semua perangkat: Pastikan tampilan situsmu nyaman diakses melalui ponsel, tablet, maupun desktop.

Tips meningkatkan pengalaman pengguna:

  • Gunakan desain yang sederhana dan bersih, agar pengunjung tidak merasa kewalahan saat membuka halamanmu.
  • Pastikan navigasi situs mudah dipahami, sehingga pengunjung tahu ke mana harus pergi untuk menemukan informasi.
  • Hindari penggunaan terlalu banyak iklan atau pop-up, karena ini sering mengganggu kenyamanan dan membuat pengguna cepat meninggalkan situs.

4. Technical SEO: Penentu Indexing Website

Punya konten bagus dan desain menarik saja belum cukup kalau situsmu tidak bisa diindeks dengan benar oleh Google. Di sinilah peran SEO teknis jadi krusial, menjadi bagian penting dari optimasi yang memastikan mesin pencari bisa mengakses, merayapi, dan memahami struktur situsmu tanpa hambatan. Ada beberapa elemen teknis yang perlu kamu pastikan sudah berjalan dengan benar agar situsmu bisa bersaing di hasil pencarian:

  • Protokol HTTPS: Google sangat memprioritaskan keamanan. Pastikan situsmu tidak menggunakan protokol HTTP dan harus menggunakan HTTPS.
  • Kecepatan loading: Situs yang lambat bisa bikin pengunjung cepat pergi. Kamu bisa gunakan CDN, kompres gambar, dan aktifkan caching untuk mempercepat waktu muat halaman.
  • Struktur URL yang bersih: Hindari penggunaan URL yang panjang dan tidak jelas. URL yang singkat, jelas, dan relevan jauh lebih baik untuk SEO maupun pengalaman pengguna.
  • Sitemap XML & robots.txt: Dua file ini membantu Google memahami struktur situs dan halaman mana saja yang boleh atau tidak boleh diindeks.
  • Canonical URL: Kalau kamu punya konten serupa di beberapa halaman, gunakan canonical tag untuk memberi tahu Google versi mana yang harus dianggap sebagai halaman utama. Ini mencegah masalah konten duplikat

Untuk cek kecepatan situs, gunakan PageSpeed Insights. Semua ini bisa membantu memastikan website kamu mudah diakses dan dinilai secara maksimal oleh mesin pencari.

Technical SEO memang nggak selalu terlihat dari luar, tapi justru di sinilah fondasi performa situsmu dibangun. Kalau kamu sudah mulai membangun konten yang bagus, pastikan bagian teknis ini juga kuat, agar semua usaha optimasimu nggak terhambat cuma karena hal-hal mendasar.

5. Optimasi Kata Kunci: Strategi SEO Modern

Riset kata kunci  membantu kamu memahami apa yang menjadi search intent pengguna, bukan sekadar menerka. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa menciptakan konten yang menjawab kebutuhan mereka, sekaligus meningkatkan peluang muncul di halaman pertama Google. Beberapa pendekatan untuk optimasi kata kunci yang bisa kamu terapkan antara lain:

  • Intent-based keyword: Fokus pada maksud pencarian, apakah orang ingin belajar, membeli, atau membandingkan?
  • Long-tail keyword: Kata kunci yang lebih spesifik dan biasanya punya tingkat persaingan lebih rendah.
  • Semantic SEO (LSI): Gunakan kata-kata yang berkaitan secara makna, agar Google lebih memahami konteks kontenmu.
  • People Also Ask: Gunakan pertanyaan yang sering muncul di hasil pencarian sebagai bahan membuat subtopik.

Mungkin muncul sebuah pertanyaan dalam pikiranmu, Kenapa keyword research penting dalam strategi SEO? Jawabannya karena penanaman keywords yang tepat sesuai search intent dalam kontenmu berpotensi menaikkan peringkat situs, sebab Google menilai kontenmu relevan dan bisa memenuhi kebutuhan pengguna.

Tools seperti SEMrush, Ahrefs, dan Google Keyword Planner bisa membantu kamu memahami pola pencarian target audience. Contoh: jangan hanya target “sepatu lari”, tapi juga gunakan “sepatu lari pria ringan” atau “sepatu lari Nike murah”.

Optimasi kata kunci bukan lagi soal jumlah, tapi soal pemahaman terhadap kebutuhan dan maksud pengguna serta cara menyusunnya secara strategis.  Kalau dilakukan dengan benar, strategi ini bisa membawa kontenmu ke peringkat yang lebih tinggi dan menjangkau audiens yang tepat.

6. E-E-A-T: Kredibilitas Konten Website

Google semakin serius menilai kualitas konten, terutama untuk topik sensitif seperti keuangan, kesehatan, atau hukum, yang dikenal dengan istilah YMYL (Your Money or Your Life). Untuk itulah Google meresmikan E-E-A-T: Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness sebagai salah satu faktor SEO dalam mesin pencarian. 

Apa itu E-E-A-T? E-E-A-T adalah kerangka penilaian kualitas konten yang digunakan Google untuk menilai apakah informasi yang kamu sajikan layak dipercaya, relevan, dan ditulis oleh orang yang berkompeten. Penting memahami E-E-A-T untuk mengupayakan kontenmu bisa layak ditempatkan di halaman pertama hasil pencarian dan menjawab kebutuhan pengguna. Pertanyaan yang timbul sekarang, bagaimana cara menerapkan E-E-A-T dalam strategi SEO kamu?

  • Cantumkan nama dan kredensial penulis; Pengunjung (dan Google) ingin tahu siapa yang menulis konten tersebut. 
  • Gunakan referensi dari situs terpercaya; Kutip data atau informasi dari situs yang sudah diakui otoritasnya, seperti jurnal ilmiah, lembaga resmi, atau situs media kredibel.
  • Perkuat reputasi brand secara online; Optimalkan Google Business Profile, kumpulkan ulasan positif, dan jaga konsistensi identitas merek di media sosial. Reputasi online yang kuat bisa mendukung nilai authority dan trust.
  • Perbarui halaman “Tentang Kami” dan “Kontak”; Pastikan informasi perusahaan atau tim mudah ditemukan dan lengkap. Ini memberi sinyal bahwa kamu adalah entitas nyata yang bisa dipercaya.

Menurut Moz, E-E-A-T bukan checklist biasa, tapi sinyal kualitas terpenting. Jadi kalau kamu serius ingin kontenmu dianggap kredibel, membangun E-E-A-T adalah langkah strategis yang tidak boleh kamu lewatkan.

7. Content Freshness: Selera Utama Google

Apakah Google menyukai konten yang segar? Ya. Google sangat menyukai konten yang selalu relevan dan diperbarui, terutama untuk topik yang cepat berubah seperti:

  • Berita teknologi
  •  Tren fashion
  • Algoritma SEO
  • Panduan software

Kenapa ini penting? Menurut studi dari Search Engine Journal, pembaruan konten secara berkala bisa meningkatkan posisi di hasil pencarian (SERP) hingga 15% hanya dalam dua minggu. Artinya, menjaga konten tetap segar bukan sekadar pilihan, tapi bagian dari strategi optimasi yang seharusnya rutin kamu jalankan.

Tips menjaga konten tetap baru dan relevan:

  • Update isi dan tanggal publikasi secara berkala; Bahkan revisi kecil bisa memberi sinyal ke Google bahwa konten kamu masih aktif dan up to date.
  • Tambahkan referensi atau data terbaru; Misalnya, sertakan hasil riset atau statistik terbaru yang mendukung isi konten.
  • Optimasi ulang dengan kata kunci baru; Lakukan riset ulang dan perbarui bagian-bagian tertentu dengan keyword yang sedang relevan atau tren.

Kalau kamu ingin website tetap kompetitif di mesin pencari, memperbarui konten secara rutin adalah langkah yang tidak boleh terlewatkan. Konten yang segar akan selalu punya nilai lebih, baik di mata Google maupun pengunjung websitemu.

8. Mobile-First Indexing (Mobile Friendliness)

Google sekarang mengindeks versi mobile dari website kamu terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan versi desktop. Tahun 2023 lalu Google juga sudah mengumumkan bahwa sistem mobile-first indexing mereka telah lengkap. Artinya, pengalaman pengguna di layar kecil—entah itu di HP atau tablet—harus jadi prioritas utama kalau kamu ingin bersaing di hasil pencarian. Lalu, bagaimana caranya membuat website yang mobile-friendly? Ada beberapa elemen penting untuk menunjang websitemu agar ramah mobile:

  • Gunakan desain responsif
  • Optimalkan ukuran gambar
  • Gunakan font yang cukup besar dan mudah dibaca
  • Posisi tombol CTA harus mudah di-klik
  • Hindari pop-up layar penuh

Dengan memastikan website kamu nyaman diakses lewat perangkat mobile, kamu tidak hanya mengikuti aturan Google, tapi juga memberi pengalaman terbaik untuk pengunjung. Dan itu akan selalu jadi nilai plus di dunia SEO.

9. Social Signals: Interaksi Media Sosial dengan SEO

Apa itu social signals?
Sinyal sosial merujuk pada interaksi pengguna di media sosial seperti share, like, retweet, atau komentar yang mengarah ke konten di website kamu. Walaupun sinyal sosial bukan faktor ranking langsung di algoritma Google, tapi pengaruhnya sebagai indikator tidak langsung tetap relevan, terutama dalam membangun kredibilitas dan popularitas sebuah konten. Pada kenyataannya, konten yang punya banyak jumlah social sharing cenderung:

  • Mendapat lebih banyak traffic referral
  • Memperluas jangkauan brand ke audiens baru
  • Meningkatkan peluang mendapatkan backlink dari pengguna lain yang menemukannya via media sosial

Jadi, kalau kamu masih bertanya-tanya apakah sinyal sosial masih penting untuk SEO? Jawabannya: iya, karena sinyal ini memperkuat ekosistem digital kamu secara keseluruhan.

Tips Meningkatkan Sinyal Sosial:

  • Tambahkan tombol share
  • Buat judul yang mudah dibagikan
  • Gunakan strategi viral (TikTok, Instagram, Threads)

Lebih lengkapnya dibahas dalam tulisan Niel Patel The Virtuous Cycle Between Social Media and SEO tentang dampak dari social signals terhadap ranking situs di mesin pencarian.

Sinyal sosial bukan sekadar angka di media sosial, tapi bagian dari citra dan otoritas digital kamu. Jadi, mengoptimalkan social sharing adalah langkah cerdas dalam mendukung strategi SEO yang lebih luas.

10. Schema Markup: Bantu Google Pahami Kontenmu

Pernah lihat hasil pencarian Google yang muncul dengan bintang review, harga produk, atau pertanyaan FAQ langsung di bawah judul? Itu semua bisa muncul berkat schema markup.

Jadi, apa itu schema markup? Schema adalah kode tambahan dalam HTML yang menjadi petunjuk Google memahami struktur dan maksud isi konten kamu. Dengan memahami lebih baik, Google bisa menampilkan rich results yang bikin tampilannya lebih menarik di halaman pencarian. Kalau kamu menerapkannya dengan benar, schema bisa membantu halamanmu muncul dengan tambahan elemen visual seperti:

  • Review bintang
  • Harga produk
  • FAQ
  • Breadcrumb

Menambahkan schema memang bukan kewajiban, tapi sangat disarankan. Semakin mudah Google memahami konten kamu, semakin besar peluang konten itu tampil mencolok di hasil pencarian.

11. Bonus: Semantic SEO: Bukan Sekadar Kata Kunci, tapi Makna di Baliknya

Menurut Koray GÜBÜR, Semantic SEO adalah seni menyusun informasi berdasarkan makna, bukan sekadar mencocokkan kata kunci.
Ini berarti Google tidak hanya mencari kata yang sama, tapi mencoba memahami konteks, hubungan antar topik, dan maksud pencarian pengguna.

Dengan pendekatan ini, kontenmu akan:

  • Lebih mudah dipahami mesin pencari dan manusia
  • Relevan dalam berbagai variasi kata kunci (bukan 1 keyword aja)
  • Berpotensi muncul di lebih banyak kueri karena memahami topik secara utuh

Singkatnya: SEO zaman sekarang bukan tentang mengulang kata, tapi tentang mengulas makna secara mendalam dan menyeluruh.

Langkah Selanjutnya

Menguasai dan menerapkan 10 faktor utama di atas akan memberikan fondasi kuat untuk meningkatkan peringkat website kamu di hasil pencarian Google. Dengan konten yang berkualitas, pengalaman pengguna yang optimal, dan strategi teknis yang tepat, kamu bisa bersaing secara efektif di era digital yang semakin kompetitif.

Namun, perlu diingat bahwa SEO bukan proses yang sebentar, melainkan hasil dari konsistensi jangka panjang. Diperlukan evaluasi rutin dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan algoritma Google agar hasil yang dicapai bisa bertahan dan terus berkembang.

Apa Kamu Siap Meningkatkan Ranking Websitemu?

Coulava Digital & Creative menawarkan jasa SEO terpercaya untuk membantu kamu:

  • Menganalisis performa SEO saat ini
  • Mengidentifikasi peluang dan celah dalam strategi konten
  • Menyusun rencana optimasi jangka panjang
  • Mengeksekusi optimasi untuk dapatkan traffic dan konversi maksimal

Tingkatkan visibilitas dan jumlah inquiry bisnismu. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis dan mulai perjalanan menuju puncak hasil pencarian Google.


Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.


Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn

Similar Posts