ChatGPT Ads Murah Sekarang, tapi Sampai Kapan Bertahan?

Iklan ChatGPT sedang berada di titik unik menjelang penyusunan rencana media 2027: biaya inventory masih rendah dan kompetisinya tipis, tapi posisi jangka panjang ChatGPT di perang platform AI justru semakin tertekan oleh Gemini. Artikel Search Engine Land yang terbit 14 September 2026 menyebut satu pengiklan, BestMoney, saja sudah menguasai 13,56 persen dari seluruh iklan ChatGPT menurut studi SE Ranking.

OpenAI baru saja memperluas ChatGPT Ads ke 31 negara Eropa pada Agustus 2026, ekspansi pasar terbesarnya sejauh ini, tepat menjelang kuartal keempat. Bagi pemilik bisnis, ini adalah sinyal bahwa jendela biaya murah untuk beriklan di ChatGPT kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Bagi kami di Coulava Digital & Creative, momentum biaya murah ChatGPT Ads ini layak diuji dalam skala kecil, belum sampai tahap dijadikan alokasi anggaran utama. Pertimbangkan menyisihkan anggaran uji coba terpisah dari anggaran Google dan Meta yang sudah berjalan, lalu evaluasi hasilnya sebelum menambah porsi.

Data SensorTower yang dikutip dalam laporan itu menunjukkan audiens ChatGPT sempat melandai sejak pertengahan 2025, sementara Gemini terus naik stabil karena terhubung langsung dengan Google Search, Android, dan YouTube. Data SimilarWeb bahkan mencatat hanya 5 persen audiens ChatGPT yang benar-benar tidak overlap dengan pengguna Google.

Di sisi lain, Microsoft disebut membukukan pendapatan 24 miliar dolar AS dari OpenAI pada tahun fiskal terakhirnya, sekitar 70 persen dari total bisnis AI Microsoft, menurut analisis Bloomberg yang dikutip artikel ini. Angka ini dipakai penulis sebagai sinyal bahwa ChatGPT kemungkinan besar masih akan bertahan setidaknya dalam dua tahun ke depan.

Di sini, ada penjelasan singkat soal peluang dan batasan ChatGPT Ads bagi pemilik bisnis yang sedang menyusun anggaran iklan digital.

Daftar Isi

Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan ChatGPT Ads Sekarang?

Yang terjadi adalah ChatGPT Ads berada di fase biaya rendah dan kompetisi tipis, mirip fase awal TikTok Ads dulu, sementara posisi jangka panjang ChatGPT dibandingkan penulis dengan posisi Internet Explorer di masa lalu. OpenAI sendiri disebut lebih fokus membangun bisnis B2B lewat produk seperti ChatGPT Work dibanding menjadikan iklan sebagai bisnis inti.

Proyeksi pendapatan OpenAI untuk 2030 yang dikutip dari Bloomberg menyebut total 280 miliar dolar AS, dengan hanya 100 miliar dolar AS yang diproyeksikan dari ChatGPT Ads, sisanya dari produk B2B. Pergeseran kepemimpinan di OpenAI menuju eksekutif B2B, bukan eksekutif iklan, memperkuat sinyal ini menurut artikel tersebut.

Siapa yang Cocok Mencoba ChatGPT Ads Lebih Dulu?

Pemilik bisnis dengan anggaran uji coba kecil dan produk yang cocok untuk audiens awal ChatGPT adalah kandidat paling pas untuk mencoba lebih dulu. Bisnis yang sudah punya kampanye stabil di Google dan Meta bisa menyisihkan sebagian kecil anggaran tanpa mengganggu performa utama.

Bisnis yang belum punya fondasi kampanye digital yang stabil sebaiknya menunggu, karena artikel ini menegaskan ChatGPT Ads sebaiknya jadi pelengkap eksperimen, bukan kanal utama. Skala pengiklan yang disebut dalam studi SE Ranking juga masih relatif kecil dan terkonsentrasi pada segelintir pemain.

Siapa yang bisa mencoba duluan?

  • Bisnis dengan kampanye Google dan Meta yang sudah stabil.
  • Bisnis dengan anggaran uji coba terpisah dari anggaran utama.
  • Belum cocok untuk bisnis yang fondasi kampanye digitalnya belum stabil.


Apa yang Belum Pasti dari Peluang Iklan Ini?

Belum bisa dipastikan berapa lama jendela biaya murah ini akan bertahan, karena artikel ini hanya memperkirakan berdasarkan pola ekspansi pasar dan minat pengiklan yang terus bertambah. Belum ada angka resmi dari OpenAI soal kapan kompetisi dan harga iklan akan menyamai platform lain.

Perbandingan dengan TikTok Ads dan Internet Explorer juga bersifat analogi penulis, bukan pernyataan resmi dari OpenAI atau Google soal posisi kompetitif mereka. Pemilik bisnis perlu memperlakukan proyeksi pendapatan 2030 sebagai perkiraan, bukan kepastian.

  • Durasi pasti jendela biaya murah belum diumumkan resmi oleh OpenAI.
  • Analogi dengan TikTok Ads dan Internet Explorer adalah opini penulis.
  • Proyeksi pendapatan 2030 masih bersifat perkiraan, bukan angka final.

Apa Tindakan Pemilik Bisnis dalam Tujuh Hari ke Depan?

Langkah pertama adalah menyisihkan anggaran uji coba kecil untuk ChatGPT Ads, terpisah dari anggaran kampanye utama di Google dan Meta, lalu menentukan satu produk atau layanan yang paling relevan untuk diuji. Langkah kedua adalah menyiapkan materi iklan sederhana yang bisa dites cepat mengingat ChatGPT hanya menampilkan satu unit iklan per prompt.

Langkah ketiga adalah menetapkan target hasil minimum yang realistis untuk uji coba awal, misalnya jumlah klik atau prospek, sebelum memutuskan menambah anggaran. Jangan mengalihkan anggaran utama dari Google dan Meta sebelum hasil uji coba benar-benar terlihat.

  • Siapkan anggaran uji coba kecil terpisah dari kampanye utama.
  • Pilih satu produk atau layanan paling relevan untuk diuji.

Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Mencoba Iklan Ini?

Pertama, biaya per klik dan biaya per prospek dibandingkan dengan kanal iklan yang sudah berjalan, untuk melihat apakah ChatGPT Ads benar-benar lebih murah dalam praktik. Kedua, adalah kualitas prospek yang masuk, bukan sekadar volume klik.

Yang ketiga, adalah tren kompetisi di kanal ini dari waktu ke waktu, misalnya lewat pengamatan sederhana apakah semakin banyak iklan sejenis muncul di hasil ChatGPT. Pemilik bisnis juga perlu memantau apakah performa berubah setelah ekspansi ChatGPT Ads ke pasar baru seperti Eropa.

  • Biaya per klik dan biaya per prospek dibanding kanal lain.
  • Kualitas prospek, bukan hanya volume klik.

Itulah hal-hal yang perlu dipantau setelah mencoba mengaplikasikan iklan di ChatGPT Ads.

Ingin Strategi Digital Marketing yang Lebih Terarah?
Coulava Digital & Creative membantu brand menyusun strategi digital marketing yang lebih terstruktur, mulai dari riset audiens, konten, campaign, hingga optimasi performa lintas channel.

Kunjungi layanan Digital Marketing Coulava atau lihat juga layanan kami lainnya yang mungkin cocok untuk kamu. Hubungi Coulava sekarang!


Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.


Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn

Sumber referensi: searchengineland.com

Catatan editorial: Artikel ini ditulis ulang sebagai konten original berbahasa Indonesia berdasarkan fakta dari sumber referensi luar negeri.

Similar Posts