Apa yang Terjadi Setelah Brand Menghubungi Creative Agency?

Setelah kamu menghubungi creative agency, biasanya kamu akan melalui tahap respons awal dan qualifying questions, discovery call, penyusunan proposal, sampai alignment meeting sebelum project resmi dimulai dan masuk ke tahap kerja kreatif yang sebenarnya.

Banyak orang mengira begitu menghubungi agency, tim kreatif langsung mulai bekerja di hari yang sama. Padahal ada beberapa tahap screening dan penyelarasan dulu sebelum project resmi berjalan, dan memahami tahap ini membantu kamu tahu apa yang perlu disiapkan di setiap fasenya.

“Fase setelah brand pertama kali menghubungi kami itu sebenarnya krusial, meski sering dianggap remeh. Di sini kami perlu memastikan dulu apakah kebutuhan brand memang sesuai dengan yang bisa kami bantu, sebelum masuk ke pembahasan lebih detail. Saya sering menemui brand yang berharap proposal langsung jadi dalam hitungan jam, padahal proposal yang baik butuh waktu untuk memahami kebutuhan secara menyeluruh lewat discovery call. Semakin jelas dan detail jawaban brand di tahap qualifying dan discovery, semakin cepat juga proposal yang bisa kami susun. Dari pengalaman kami di Coulava, brand yang responsif di tahap komunikasi awal biasanya juga punya kerja sama yang lebih lancar begitu project berjalan. Saya selalu menyarankan brand untuk nggak ragu bertanya detail soal apa saja yang perlu disiapkan di setiap tahap, supaya prosesnya bisa berjalan seefisien mungkin. ”

– Diego F Pattiselanno
Co-Founder Coulava Digital & Creative

Nah, di artikel ini kamu akan diajak melihat detail tahap demi tahap yang biasanya terjadi setelah kamu menghubungi creative agency, sampai berapa lama proses ini biasanya berjalan sebelum project resmi dimulai.

Daftar Isi

Kenapa Ada Tahap “Sebelum Project” Sebelum Kerja Kreatif Dimulai?

Tahap “sebelum project” ini ada supaya agency dan kamu sama-sama memastikan kecocokan kebutuhan, scope, dan ekspektasi sebelum resmi berkomitmen bekerja sama.

Tahap ini berbeda dari alur kerja enam tahap yang terjadi setelah kontrak disepakati, seperti brief, discovery, concepting, sampai delivery. Fase pra-project ini justru jadi jembatan yang menentukan apakah kerja sama akan berlanjut ke tahap tersebut atau tidak, jadi penting buat kamu memahami apa yang terjadi di sini.

Tahap 1: Respons Awal dan Qualifying Questions

Tahap respons awal adalah saat agency merespons pesan kamu dan biasanya mengajukan beberapa pertanyaan dasar untuk memahami kebutuhan sebelum masuk ke pembicaraan lebih detail.

Pertanyaan di tahap ini biasanya mencakup jenis project yang kamu butuhkan, estimasi budget, dan timeline yang kamu targetkan. Tujuannya supaya agency bisa menilai lebih dulu apakah kebutuhan kamu sesuai dengan kapasitas dan spesialisasi mereka, sebelum menghabiskan waktu untuk pembicaraan yang lebih panjang.

Tahap 2: Discovery Call

Discovery call adalah sesi pembicaraan lebih mendalam antara kamu dan agency untuk menggali kebutuhan, tujuan bisnis, dan konteks project secara menyeluruh.

Menurut Vibe, discovery call membantu menyelaraskan ekspektasi soal timeline, proses, dan hasil yang diharapkan sejak awal hubungan kerja, sehingga bisa mencegah kesalahpahaman di tahap-tahap berikutnya. Di sesi ini, biasanya kamu akan ditanya lebih detail soal tantangan bisnis yang sedang dihadapi, di luar soal deliverable yang kamu inginkan.

Tahap 3: Penyusunan Proposal dan Scope

Tahap penyusunan proposal adalah saat agency merangkum hasil discovery call menjadi dokumen berisi scope kerja, pendekatan, timeline, dan estimasi biaya.

Menurut Launch Advisor, proposal idealnya dikirim dalam waktu 48 jam setelah discovery call, karena semakin lama jeda waktunya, semakin besar kemungkinan momentum dan antusiasme awal kamu ikut menurun. Proposal yang baik juga biasanya merujuk langsung ke poin-poin spesifik yang kamu sampaikan saat discovery call, ketimbang sekadar template umum.

Pro-tip dari Diego Pattiselanno, Co-Founder Coulava:
Baca proposal dengan teliti, terutama bagian scope dan exclusion. Banyak kesalahpahaman di tengah project sebenarnya berasal dari asumsi yang nggak diklarifikasi sejak tahap proposal ini.

Tahap 4: Review dan Diskusi Proposal

Tahap review adalah saat kamu mempelajari proposal yang diberikan, mengajukan pertanyaan, dan mendiskusikan penyesuaian kalau diperlukan sebelum menyetujui kerja sama.

Di tahap ini, wajar kalau kamu butuh beberapa putaran diskusi untuk menyesuaikan scope dengan budget yang kamu punya. Agency yang terbuka biasanya bersedia menjelaskan detail setiap item di proposal, termasuk kenapa harga atau timeline tertentu ditetapkan seperti itu.

Tahap 5: Alignment Meeting dan Kontrak

Tahap alignment meeting adalah pertemuan terakhir sebelum project resmi dimulai, biasanya membahas detail kontrak, jadwal kickoff, dan siapa saja yang akan terlibat dari kedua belah pihak.

Di tahap ini, biasanya juga disepakati siapa contact person utama dari sisi kamu, bagaimana alur komunikasi selama project berjalan, dan kapan kickoff meeting pertama akan diadakan untuk memulai tahap client brief dan intake yang sesungguhnya.

Berapa Lama Biasanya Proses Ini Berjalan?

Proses dari kontak awal sampai kontrak disepakati biasanya membutuhkan waktu sekitar lima sampai sepuluh hari kerja, tergantung kompleksitas kebutuhan dan kecepatan respons dari kedua belah pihak.

Menurut Launch Advisor, proses sales yang terstruktur biasanya bisa membawa calon klien dari discovery call pertama sampai kontrak ditandatangani dalam waktu lima sampai sepuluh hari, dibanding proses yang nggak terstruktur yang bisa berlarut-larut sampai enam minggu. Kecepatan ini banyak dipengaruhi oleh seberapa cepat kamu merespons dan memberikan keputusan di setiap tahap.

Apa yang Bisa Kamu Siapkan Supaya Proses Ini Lebih Cepat?

Kamu bisa mempercepat proses ini dengan menyiapkan informasi dasar soal kebutuhan, budget, dan timeline sebelum menghubungi agency, sehingga qualifying dan discovery call bisa langsung masuk ke pembahasan yang lebih substantif.

Kalau kamu ingin tahu lebih detail soal apa saja yang perlu disiapkan sebelum menghubungi creative agency, kamu bisa mempelajarinya lebih jauh di artikel kami soal persiapan sebelum menggunakan creative agency, yang membahas checklist kesiapan dari sisi objective, audiens, sampai budget secara lebih mendalam.

Ringkasan Tahap Pra-Project

TahapFokus UtamaEstimasi Waktu
Respons awal dan qualifyingMenilai kecocokan kebutuhan dasarSatu sampai dua hari
Discovery callMenggali kebutuhan dan konteks bisnisSatu sesi, sekitar 30-60 menit
Penyusunan proposalMerangkum scope, pendekatan, dan biayaDua sampai tiga hari
Review dan diskusiKlarifikasi dan penyesuaian proposalBervariasi, tergantung diskusi
Alignment dan kontrakFinalisasi kesepakatan dan jadwal kickoffSatu sampai dua hari

FAQ Seputar Tahap Awal Menghubungi Creative Agency

  • Apakah saya perlu ikut jual mahal supaya diprioritaskan agency?
    Nggak perlu. Yang lebih membantu adalah memberikan informasi yang jelas dan responsif, karena ini membantu agency menyusun proposal yang lebih akurat dan cepat.
  • Apakah proposal dari creative agency biasanya berbayar?
    Umumnya tidak, proposal awal biasanya gratis sebagai bagian dari proses penawaran, meski beberapa project dengan riset mendalam kadang mengenakan biaya konsultasi terpisah.
  • Apa yang terjadi kalau saya belum siap memutuskan setelah menerima proposal?
    Kamu bisa mendiskusikan timeline pengambilan keputusan dengan agency. Kebanyakan agency terbuka memberi waktu tambahan, asalkan komunikasinya jelas.

Kesimpulan

Setelah kamu menghubungi creative agency, ada beberapa tahap penyelarasan yang perlu dilalui, mulai dari qualifying questions, discovery call, proposal, sampai alignment meeting, sebelum project resmi dimulai.

Memahami tahap ini membantu kamu tahu apa yang perlu disiapkan di setiap fasenya, sehingga proses dari kontak awal sampai kerja sama resmi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Siap Memulai Diskusi dengan Tim Kami?
Coulava Digital & Creative menerapkan proses komunikasi awal yang jelas dan responsif, supaya kamu tahu persis tahap apa yang sedang berjalan sejak pertama kali menghubungi kami. Kalau kamu siap mendiskusikan kebutuhan kreatif kamu, tim kami siap merespons dengan cepat.

Lihat layanan Coulava yang mungkin cocok untukmu dan hubungi kami sekarang!


Tentang Penulis

Azkiya Musfirah adalah SEO Copywriter di Coulava
yang fokus menulis konten berbasis keyword dan semantic intent.


Artikel ini ditinjau oleh Diego Pattiselanno Co-founder Coulava, praktisi digital sejak 2013 yang fokus pada optimasi bisnis. Berpengalaman di Branding, SEO, CRM & Performance Marketing. Terhubung dengan Diego di LinkedIn

Similar Posts